Kisah Hari Sosok Nenek Pemulung dan Pemijaat Asal Lamongan yang Berangkat Haji Tahun Ini!

0
259
Haji
Copyright©detik

Kisah Hari Sosok Nenek Pemulung dan Pemijaat Asal Lamongan yang Berangkat Haji Tahun Ini!

Indowarta.com – Berangkat menunaikan rukun islam yang ke 5 yakni Haji bagi umat beragama islam tentunya menjadi keinginan yang paling besar. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh  Nenek Murip (70 tahun) yang bekerja sebagai pemulung sampah hingga memijat selama 20 tahun untuk mewujudkan niatnya yang paling mulia itu.

Hasil jerih payah sang nenek yang tidak besar itu ditambungnya sedikit demi sedikit. Kata nenek Murip cita-citanya hanya satu yakni berangkat ke mekkah untuk menunaikan ibadah Haji. Setelah sekian lama menanti dan berjuang keinginan nenak ini pun bisa terkabul.

Nenek Murip bersama dengan rombongan kloter 18 akan berangkat menunaikan ibadah haji pada tanggal 1 hingga 2 Agustus 2017. Nenek ini pun juga mengatakan jika dirinya sebenarnya akan berangkat tahun lalu namun tidak jadi. Hal itu diungkapkan sang nenek ketika ditemui di rumahnya di Desa Bulubrangsi, Kecamatan Laren, Lamongan pada Senin 24 Juli 2017.

‘Tahun lalu saya tidak jadi berangkat karena posisi saya masuk dalam cadagan. Itu membuat saya tergeser karena ada yang usuianya lebih tua dari saya’ ujarnya.

Haji
Copyright©detik

Nenek berusia 70 tahun ini pun saat itu juga menceritakan perjuangannya untuk bisa berangkat Haji. Dia mengatakan untuk bisa beragkat ke tanah suci tahun ini dia harus terlebih dahulu berangkat ke Malaysia untuk mengumpulkan dana pada tahun 2005.

Di negeri Jiran tersebut nenek tua ini bekerja sebagai pemulung dan pemijat tradisional. Dari hasil mulung barang bekas dan memijat itulah dia berhasil mengumpulkan dana sehingga pada tahun 2010 dirinya bisa daftar untuk berangkat ke tanah suci.

‘Setelah beberapa tahun ada di Malaysia dan hasil memijat serta memulung akhirnya bisa buat daftar haji tahun 2010’ ujar Nenek Murip.

Nenek pemulung ini tinggal bersama dengan suami dan empat anaknya yang masih kecil tetap menjalani hidup seadanya dengan bekerja sebagai pemulung dan memijat. Setap hari tak kurang 20 kilometer ia berjalan untuk memulung barang bekas yang masih layak dijual. Ia melakukannya profesinya itu untuk membayar biaya daftar haji serta menghidupi keluarganya.

Tak sia-sia akhirnya niat dan doa nenek Murip terkabut yakni pada tahun 2016 ia harus melunasi niaya hari sebesar Rp 15,5 juta. Kekurangan itupun langsung dilunasinya dengan dana yang telah dikumpulkan.

Dia mengungkapakan hanya satu harapannya berangkat Haji bersama dengan jamaah haji Lamongan pada 1-2 Agustus mendatang. Nenek Murip berharap jika dirinya menjadi hajah mabrur dan bisa pulang ke tanah air dengan selamat.

baca juga : Penampakan Foto Hot Presiden Kroasia Saat Liburan Ini Bikin Netizen Tercengang!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here