Berita Terkini : Aksi Damai Buat Payung Sebagai Tanda Damai Dilakukan Mahasiswa Trisakti Tuntut Kejelasan Kasus 18 Tahun Silam !

0
1021
mahasiswa Trisakti

Berita Terkini : Aksi Damai Buat Payung Sebagai Tanda Damai Dilakukan Mahasiswa Trisakti Tuntut Kejelasan Kasus 18 Tahun Silam !

indowarta.com– Civitas mahasiswa Trisakti akan melakukan aksi damai di Istana Negara guna memperingati Tragedi Trisakti pada hari ini Kamis 12 Mei 2016. Mereka akan membuat simbol berbentuk payung dalam aksi mereka tersebut sebagai simbool damai.

Mereka akan membentuk payung dan angka 18. Mahasiswa Trisakti tersebut ingin agar payung hukumnya ditegakkan dan payung ini merupakan filosofi sebagai HAM dan hukum. Hal tersebut ditegaskan oleh presiden mahasiswa Triisakti Abdul Kadir di Kampus Universitas Trisakt pada hari ini.

Melalui aksi yang dilakukan tersebut, mahasiswa Trisakti ingin menyampaikan pesannya kepada presiden Jokowi agar segera menuntaskan kasus tragedi Mei 1998 itu. Mereka memandang Jokowoi sebagai tipikal bahwa dia lebih mendengar. Mereka akan menyampaikan pesan-pesan yang dinilai damai. Mereka ingin melihat bagaimana reaksi pak Jokowi dengan cara itu. Lebih lagi kemarin pada saat Pemilu Jokowi juga sudah berjanji, mahasiswa Trisakti ingin menagih janji tersebut.

Abdul Kadir menyebutkan bahwa aksi kali ini akan berjalan dengan damai tidak seperti pada tahun sebelumnya. Mereka akan kembali mendesak pemerintah apabila Jokowi tidak segera memenuhi janjinya kepada mahasiswa Triasakti.

mahasiswa Trisakti

Dalam aksi tersebut, mahasiwa Triaskti akan meminta Jokowi untuk berani membuka kasus 12 Mei 1998 tersebut. Jika president Jokowi tidak menepati janjinya, berarti janju tersebut hanyalah alat politiknya. Apapun alasan politiknya harus berani dibuka, Jokowi harus berani menepati janjinya tersebut. Kalau Jokowi tidak menepati janjinya tersebut, maka Jokowi telah membohongi mahasiswa Trisakti.

Tepat pada 18 tahun yang lalu proyektil menembus tubuh beberapa mahasiswa universitas Trisakti. Peluru tersebut mengenai titik vital mahasiswa seperti kepala, tenggorokan dan dada dan mengakibatkan mahasiswa tersebut meninggal dunia.

Mahasiswa yang terkena peluru dan meninggal tersebut adalah Elang Mulia Lesmana 20 tahun, Heri Hertanto 21 tahun Hafidin Royan 22 tahun dan juga Hendriawan Sie 23 tahun. Imbasnya adalah beberapa perwira TNI telah diadili dan divonis. Namun mahasiswa percaya ada oknum yang berpangkat lebih tinggi terlibat dengan kasus ini.

baca juga :

Berita Terkini : Kerusuhan Di Dadap Makin Memuncak, Pembakaran Ban Hingga Perusakan Mobil Terjadi, Aparat Bisa Terpancing !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here