Polemik Beras Belum Kelar. Harga Beras yang Dipatok Rp 9.000 Per Kilogram Bikinn Heboh!

0
632
Beras
Copyrigth©java-dwipa

Polemik Beras Belum Kelar. Harga Beras yang Dipatok Rp 9.000 Per Kilogram Bikinn Heboh!

Indowarta.com– Masih belum kelar polemik dari PT. Indo Beras Unggul (IBU) kini telah muncul lagi masalah yang baru yakni harga acuan beras. Persoalan ini telah dipicu oleh Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 47 tahun 2017, tentang penetapan harga acuan pembelian di petani dan harga acuan penjualan di konsumen. Di dalam aturan tersebut telah disebutkan bahwa harga beras medium ataupun premium ini dipatok Rp 9.000 per kilogram.

baca juga : Miris Lihat Video Hot Anak SMP Pacaran di Jembatan Penyebrangan Sambil Lakukan Hal Ini!

Bily Haryanto yang merupakan salah satu pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang ini telah mengatakan bahwa para pedagang beras ini sudah meminta revisi aturan tersebut. Usulan dari revisi itu telah disampaikan melalui Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Besar Indonesia (Perpadi).

Bily menjelaskan baha pemerintah ini tidak bisa memukul rata semua jenis beras dihargai Rp 9.000 per killogram. Hal ini karena di dalam beras tersebut telah dipengaruhi komponen ongkos angkut, biaya kuli dan juga karung.

PNS

Bily pada saat diwawancarai oleh salah satu awak media pada hari Rabu 26 Julil 2017 telah mengatakan “Kita kirim ke Sumatera, Kalimantan, misalnya 1 kontainer ini 24 ton atau 24.000 kg dengan ongkos angkut Rp 500/kg. Belum lagi ongkos kuli dan karung sekitar Rp 300/kg”.

baca juga: Munculnya Video Hot Muda Mudi Lepaskan ‘Hasrat’ Diatas Kursi Ini Bikin Geger!

Menurut Bily, Harga Beras tertinggi Rp 9.000 per kilogram tersebut cocok untuk jenis beras yang medium, bukannya premium. Sementara itu untuk jenis premium ini Bily menjelaskan idealnya pemerintah ini telah menetapkan Harga Beras tertinggi kurang lebih Rp 10.300 per kilogramnya. Bily menuturkan “Beras-beras dengan harga Rp 10.300/kg itu banyak dikonsumsi, sekitar 60%. Asalnya dari Solo, Indramayu, dan Garut”.

Lalu Sutarto Alimoeso yang merupakan Ketua Umum Perpadi ini telah mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta kepada Kementerian Perdangan untuk melakukan evaluasi terhadap peraturan tersebut. Sutarto kepada salahs atu awak media pada hari Rabu 26 Juli 2017 ini telah mengatakan “Perpadi minta aturan itu direvisi, diperjelas, kelas apa, jenis apa karena bisa terjadi multi interpretasi. Kalau semua beras dijual dengan Harga Beras segitu enggak mungkin”.

baca juga : 

Heboh Munculnya Akun Komunitas Gay Universitas Brawijaya di FB, Asli?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here