Jusuf Kalla Komentari Pertemuan Prabowo dan SBY!

0
2381
JK
Copyright©Fokus Utama

Jusuf Kalla Komentari Pertemuan Prabowo dan SBY!

Indowarta.com – Terkait pertemuan yang dilakukan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Wakil Presiden Jusuf Kalla akhirnya angkat bicara soal pertemuan yand diadakan di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (27/7) malam.

Menurut pria yang akrab disapa JK itu, pertemuan untuk mencari dukungan merupakan hal yang biasa dilakukan oleh para politisi. Namun Jusuf Kalla enggan menanggapi saat ditanya soal pernyataan SBY terkait pengawasan terhadap kekuasaan agar tak melampaui batas atau abuse of power.

Jusuf Kalla justru meminta agar para wartawan bertanya maksud dari pernyataan itu ke SBY. Diketahui, dalam pertemuan antara kedua petinggi partai politik itu, mereka telah sepakat untuk bekerja sama mengawasi penguasa agar tak melampaui batas.

“Saya harus sampaikan bahwa power must not go uncheck. Saya ulangi lagi. power must not go unchecked,” ujar SBY usai melakukan pertemuan tertutup dengan Prabowo.

Demokrat
Copyright©nasional

“Artinya apa, kita, kami, harus memastikan bahwa penggunaan kekuasaan oleh para pemegang kekuasaan itu tidak melampaui batas sehingga cross the line (melampaui batas), sehingga masuk yang disebut abuse of power (penyimpangan kekuasaan),” tambah Presiden keenam RI tersebut.

Di sisi lain, Mantan Kader Partai Demokrat Tri Dianto menilai pertemuan itu terjadi hanya kerena faktor ‘kepepet’ akan kebutuhan kedua tokoh tersebut. Prabowo membutuhkan SBY, dan SBY juga butuh Prabowo untuk menaikkan anaknya Agus Yudhoyono.

Namun baik Gerindra maupun Demokrat tidak memiliki cukup kursi untuk bisa mengusung capres sendiri. Sebab, UU Pemilu yang baru disahkan mengatur bahwa parpol atau gabungan harus mengantongi 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional untuk mengusung paslon presiden dan wakil presiden.

Upaya kedua partai yang dibantu PKS dan PAN dalam mengusulkan presidential threshold 0 persen, kandas lantaran kalah duara di DPR. Tri juga mengungkapkan jika selama ini SBY dan Prabowo tak pernah akur dalam perpolitikan.

Keduanya penah bertarung dalam Pemilu Presiden 2009. Lalu, ketidakcocokan antara SBY dan Prabowo berlanjut pada Pilpres 2014. Kala itu SBY memilih membawa partainya bersikap netral, tidak mendukung Prabowo maupun Jokowi.

Baca Juga Jokowi Kritisi Pernyataan SBY Soal Pemerintah Abuse Of Power!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here