Kritik UU Pemilu, Prabowo Disebut PDIP Ambisius Jadi ‘Penguasa’!

0
867
Prabowo
Copyright©merdeka

Kritik UU Pemilu, Prabowo Disebut PDIP Ambisius Jadi ‘Penguasa’!

Indowarta.com – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan angkat biacra terkait pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ketika bertemu dengan Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Seketaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak seluruh pihak untuk menerima keputusan Presidential Thresold yang sudah disahkan menjadi UU Pemilu oleh DPR.

Hasto pun berkomentar terkait dengan ucapan yang dilontarkan oleh Prabowo ketika bertemu dengan SBY pada Kamis, 27 Juli 2017. Saat itu Ketua Umum Partai Gerindra tersebut mengatakan jika ambang batas pecalonan presiden ialah lelucon untuk menipu rakyat.

Dengan pernyataan itu Hasto mengaku sangat menyayangkannya karena tak sejalan dengan pemerintah. Sekjen PDI Perjangan tersebut menilai jika ambisi Prabowo untuk kembali mencalonkan diri pada Pemilu Presiden 2019 terlalu besar sehingga dirinya mengatakan hal tersebut.

WAJIB BACA :  Langkah yang Dipilih Prabowo di Pilkada Jabar!

‘Ketika voting Presiden Thresold diDPR kemarin tidak membuatnya puas. Maka dari itu dia (Prabowo) megatakan jika keputusan itu menipu rakyat. Jangan karena ambisi keputusan akhirnya direduksi dan Prabowo mengucapkan hal itu karena ambisinya maju dalam Pilpres 2019’ ujar Hasto saat ditemui pada Sabtu, 29 Juli 2017.

Prabowo
Copyright©tribunsolo

Prabowo sendiri nampaknya memang tidak setuju dengan kebijakan ambang batas pencalonan presiden 20-25 persen yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal itupun juga terbukti saat sidang DPR yakni fraksi dari Partai Gerindra mengundurkan diri dan menyatakan tidak memebrikan suaranya.

Sedangakan opsi Presidential Thresold sendiri dinyatakan sah berdasarkan suara mayoritas fraksi DPR yang hadir dalam sidang paripurna kala itu. Salah satu fraksi yang menyetujui yakni PDI Perjuangan serta sejumlah fraksi pendukung pemerintah seprti Golkar, Nasdem, Hanura, PPP dan PKB.

WAJIB BACA :  Langkah yang Dipilih Prabowo di Pilkada Jabar!

Gerindra sendiri saat itu juga mengusulkan dilakuannya opsi ambang atas pencalonan presiden 0 persen. Hasto sendiri mengatakan jika menang ataupun kalah dalam berpolitik merupakan suatu hal yang biasa dan harus diterima dengan lapang dada serta sikap kesatria.

Prabowo sendiri sempat mengkritik keras terkait ambang batas pencalonan pemilihan presiden 20-25 persen ini. ‘Presidential Thresold 20-25 persen adalah suatu lelucon politik dan menipu rakyat Indonesia’ ujarnya saat bertemu dengan SBY pada Kamis malam, 27 Juli 2017.

baca juga : Demokrat dan Gerindra Sepakat Kawal Pemerintah Tanpa Harus Berkoalisi!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here