Menelisik Perekam Video Penyiksaan Bayi J!

0
924
Video Penyiksaan Bayi J
Copyright©Youtube

Menelisik Perekam Video Penyiksaan Bayi J!

Indowarta.com- Kasus Bayi J di balli yang kini telah mencuat setelah video penyiksaan bayi J ini telah tersebar luas dan juga telah menjadi viral di dalam media sosial. Bayi J yang merupakan bayi berusia 11 bulan ini merupakan buah hati dari pasangan MD asal Sumbawa dengan seorang warga negara Austria yang berinisial ODA.

baca juga : Lewat Channel Youtube, Deddy Corbuzier Tantang Jokowi Soal Zaskia Gotik dan Video Hot!

Setelah ditetapkan menjadi tersangka oleh Kepolisian Daerah Bali, MD pun kini langsung ditahan. Hingga saat ini pihak kepolisian masih terus mencari sang perekam video penyiksaan bayi J tersebut. Kabid Humas Polda Bali, Komisaris Besar Hengky Widjaja, di Denpasar pada hari Minggu 30 Juli 2017 ini telah mengatakan “Kita masih dalami dugaan adanya keterlibatan orang lain, dalam hal ini yanggep merekam adegan kekerasan tersebut”.

Tidak  hanya itu saja, Hengky juga telah mengatakan bahwa kini tengah menjadwalkan pemeriksaan terhadap kekasih MD. Lalu si pengunggah video penyiksaan Bayi J tersebut ke media sosial juga akan diperiksa. Pada saat ini Bayi J masih diasuh oleh pihak Metta Mama dan Maggha Foundation di Jalan Gunung Lawu, Denpasar, Bali.

Video Penyiksaan Bayi J
Copyright©Youtube

Kini Bayi J berada di dalam asuhan Metta Mama dan juga Meggha Foundation. Meskipun kini Meski Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Bali telah meminta agar Bayi J ini dikembalikan ke ibunya. Namun Dinas Sosial Provinsi Bali tetap merekomendasikan agar bayi J ini masih tetap di dalam asuhan Metta Mama dan Meggha Foundation.

baca juga : Terima Banyak Bully Lantaran Plagiasi, Afi Nihaya Sampai Mengumpat Di Video Vlog Youtube Miliknya!

Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Anak dan Usia Lanjut Dinas Sosial Provinsi Bali yakni Ida Ayu Ketut Anggraeni telah menjelaskan bahwa kasus ini berawal pada saat rujukan yang disampaikan oleh P2TP2A mengenai nasib dari bayi J yang telah mengalami penyiksaan oleh ibu kandungnya.

Ida di Denpasar pada hari Sabtu 29 Juli 2017 ini telah mengatakan “Awal dari kasus ini kami mendapat informasi, rujukan dari P2TP2A pada 20 Maret. Waktu itu usia Baby J baru 7 bulan. Dalam suratnya, mereka menjelaskan jika bayi ini mengalami tindak kekerasan, sementara ibunya mendapat perawatan kejiwaan di RSUP Sanglah Denpasar”.

baca juga : 

Begini Kronologis Siswa SMK PGRI 38 Jakarta Merokok Di Dalam Kelas!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here