Benarkah Ada Kertel Bermain Dibalik Kisruh Kelangkaan Garam?

0
192
Kelangkaan Garam
Copyright©validnews

Benarkah Ada Kertel Bermain Dibalik Kisruh Kelangkaan Garam?

Indowarta.com – Beberapa hari terakhir garam tengah menjadi polemik masyarakat Indonesia karena harganya yang terus melambung tinggi. Penyebab Kelangkaan Garam ini menyusul curah hujan di sentra-sentra produksi garam beberapa waktu ini langka.

Untuk mengatasi Kelangkaan Garam ini pemerintah membuka impor 75.000 ton garam dari Australia melaui PT Garam (Persero). Namun demikian pembukaan jalur impor garam justru baru dilakukan pemerintah setelah harga garam melambung tinggi.

Tercatat pada sejumlah daerah seperti di Jawa tegah harga garam bisa naik hingga 7 kali lipat dari harga biasanya. Dari harga semula Rp 800 per kilogram (kg) kini menjadi Rp 5.000 per kilogram dan imbasnya pun banyak pelaku UKM maupun masyarakat mengeluhkannya.

Menanggapi kejadian ini Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Brahmantya Satyamurti angkat bicara. Dia menjelaskan meskipun hanya mengimpor dengan jumlah yang tidak begitu banyak, namun juga akan tetap melaui proses dan impor akan terealisasi dalam waktu dekat.

Kelangkaan Garam
Copyright©swamedium

‘Meskipun begitu prosedur akan tetap ada, seperti penyesuaian dari Permendag (Perturan Menteri Pergagangan). Permendag 125 kan mengatakan jika impor juga harus ada dan melalui proses’ ujarnya saat ditemui di Kantor Menko Ekonomi, Jakarta pada Selasa, 1 Agustus 2017.

Sementara itu terkait dengan Kelangkaan Garam ini Kementerian Perdagangan pun juga telah menerbitkan izin impor garam kepada PT Garam (persero) selaku BUMN yang bertanggung jawab mencukupi kebutuhan garam nasional. Impor ini akan dilakukan setelah ada penyesuaian dengan permendag Nomor 125 tahun2015 mengenai Ketentuan impor garam.

Sedangkan pada kesempatan lain Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menduga ada permainan besar terait dengan kelangkaan garam yang terjadi di tanah air saat ini. Dia mengatakan jika melihat dari pengalaman sebelumnya kelangkaan ini dipicu adanya indikasi kartel.

‘Kelangkaan ini bisa saja karena kartel. Saat itu juga terjadi kebocoran garam impor yang dilakukan oleh industri importer. Mereka mengimpor melebihi produksi mereka dan akhirnya menjadi trander serta separuhnya bocor ke pasar’ ujarnya.

Susi menambahkan mengenai impor karena adanya Kelangkaan Garam ini harus dilakukan melaui PT Garam (Persero). BUMN tersebut harus dirujuk sebagai importer supaya pengendalian harga dana stok garam lebih mudah.

baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Akan Lindungi TKI Lebih Baik!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here