Pemerintah Akan Buka Blokir Telegram Minggu Ini!

0
488
Telegram
Copyright©kompas

Pemerintah Akan Buka Blokir Telegram Minggu Ini!

Indowarta.com – Pemerintah Indonesia berencana akan mencabut pemblokiran aplikasi Telegram dalam waktu dekat ini. Seperti diketahui jika sebelumnya pemerintah Indonesia dengan resmi telah memblokir aplikasi pesan singkat dan tidak bisa lagi digunakan di tanah air.

Namun kali ini pemerintah justru akan memulihakan akses terhadap 11 DNS Telegram dalam pekan ini. Mengenai hal pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Direktur Jnederal (Dirjen) Aplikasi Informatika Samuel Abrijani Pangerapan.

Pernyataan pemulihan Telegram ini muncul setelah pemerintah Indonesia menerima kunjungan dari CEO Telegram, Pavel Durov ke kantor Kemenkominfor pada Selasa, 1 Agustus 2017 kemarin. Samuel mengungkapkan pemulihan tersebut pernyataan dari Pavel Durov yang menyatakan akan menangani kasus terorisme di aplikasi miliknya.

Saat pertemuan tersebut CEO Telegram itu mengungkapakan jika aplikasi pesan miliknya akan segera memblokir konten terorisme. ‘ Kami akan buat tim khusus untuk pemblokiran konten terorisme dan kami sudah membicarakannya dengan pemerintah Indonesia’  ujarnya saat konferensi pers di kantor Kemenkominfo.

telegram
Copyright©breakingnews

Sebelumnya pendiri Telegram tersebut bertemu dengan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara. Dalam pertemuan itu sendiri kedunya membahas penanganan isu terorisme dan konten radikal yang ditengarai banyak terdapat di platform buatan Pavel Durov.

Ketika itu Pavel juga menuturkan jika pihaknya mempunyai komitmen sama dengan pemerintah Indonesia. Akhirnya kesepakatanpun tercapai dan antinya pemerintah dan pihak Telegram akan kembali bertemu untuk menangani masalah radikalisme dan terorisme lengkap dengan tim teknis.

Namun Pavel menyatakan sebelum perusahaannya membuat tim pemblokitran, aplikasinya mempunyai waktu selama 36 jam untuk membekukan konten terorisme. Pesan yang dinilai berbau terorisme akan dibekukan aplikasi ini dalam waktu paling lambat empat jam.

Aplikasi pesan singkat ini sebelumnya dinilai telah dimanfaatkan oleh jaringan terorisme untuk menyebarkan ajaran radikal serta perencanaan pengeboman. Aplikasi milik Pavel Durov ini sendiri memang mempunyai kelebihan berupa kapasitas pengiriman file hingga 1,5 GB dan bisa menampung sebanyak 10 ribu anggota tanpa mengetahui administratornya.

Semenatara itu seperti diketahui pemerintah mengumumkan pemblokiran Telegram pada pertengahan bulan Juli lalu tepatnya pada Jumat, 14 Juli 2017. Pemblokiran saat itu dilakukan karena dengan alasan aplikasi pesan singkat itu dijadikan alat komunikasi terorisme serta sebagai tempat penyebaran radikal bebas.

baca juga : FB Pastikan Buka Kantor di Indonesia!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here