Berita Terkini: DL Sitorus Meninggal Dunia Saat Hendak Ke Medan!

0
1055
DL Sitorus
Copyright©tmpo

Berita Terkini: DL Sitorus Meninggal Dunia Saat Hendak Ke Medan!

Indowarta.com– Pengusaha DL Sitorus telah meninggal dunia. DL Sitorus telah meninggal dunia di dalam pesawat pada saat dirinya hendak terbang ke Medan dari Jakarta. Berdasarkan dari informasi Corporate Secretary Garuda Indonesia yakni Hengki Heriandono, DL Sitorus ini telah meninggal dunia di pesaat Garuda GA 188 dengan tujuan Kualanamu. DL Sitorus telah meninggal dunia pada saat boarding dan pesawat masih belum lepas landas.

baca juga : Pemerintah Provinsi Jabar Hentikan Pembangunan Meikarta Karena Hal Ini!

Hengki pada saat dikonfirmasi pada hari Kamis 3 Agustus 2017 ini telah mengatakan “Bukan dalam penerbangan. Belum (terbang), lagi proses boarding. Pax (penumpang) sudah duduk”. Selain itu Hengki juga telah menjelaskan bahwa peristiwa ini telah terjadi pada kurang lebih pukul 13.30 WIB. Telah diketahui bahwa secara tiba-tiba DL Sitorus sesak nafas dan setelah itu pun tidak sadarkan diri.

Hengki mengatakan “Awak kabin kemudian memanggil petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk memeriksa pax”. Setelah itu DL Sitorus pun telah dibawa menuju ke KKP Bandara untuk mendapatkan penanganan. Berdasarkan dari keterangan yang telah diberikan oleh KKP, DL Sitorus telah meninggal dunia di tempat.

DL Sitorus
Copyright©kompasiana

Hengki menuturkan “Kemudian setelah itu dibawa langsung oleh tim Garuda CGK ke KKP airport. Sesuai informasi dari KKP, pax meninggal di tempat. Saat ini jenazah sudah dibawa ke RS Karang Tengah. Akibat kejadian tersebut, pesawat GA 188 delay 1,5 jam”.

Baca juga : Grup Lippo Siap Bangun Kota Jakarta Baru Meikarta dengan Nilai Rp 278 Triliun!

DL Sitorus merupakan tersangka kasus pidana lingkungan hidup dan kehutanan dengan ancaman penjara 15 tahun dan juga denda hingga Rp 100 miliar. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, DL Sitorus ini telah berstatus tahanan kota di wilayah hukum DKI Jakarta.

DL Sitorus telah diberikan vonis bersalah berdasarkan dari Putusan Kasasi Mahkamah Agung Nomor 2642 K/Pd/2007 tanggal 16 Juni 2008 dengan vonies delapan tahun penjara dan juga denda Rp 5 miliar. Kebun Sawit  yang memiliki luas 23.000 hektar yang dikuasai KPKS Bukit Harapan dan PT Torganda, serta kebun sawit seluas 24.000 hektar yang dikuasai Koperasi Parsub dan PT Torus Ganda di kawasan hutan Padang Lawas atau Hutan Register 40 dirampas untuk negara.

baca juga : 

Mega Proyek Meikarta Belum Kantongi Izin dari Pemerintah?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here