Meski Gaji Sudah Besar, Kenapa Pekerja JICT Masih Juga Mogok?

0
403
JICT
Copyright©kompas

Meski Gaji Sudah Besar, Kenapa Pekerja JICT Masih Juga Mogok?

Indowarta.com– Pemerintah merasa sangat heran dengan aksi mogok kerja yang etlah dilakukan oleh Serikat Pekerja Jakarta International Container (JICT). Hal ini karna gaji mereka di tingkat staf bisa dibilang melebihi gaji pejabat pemerintah setingkat menteri.

Sekretaris Jenderal SP JICT yakni Firmansyah telah mengaku bahwa gaji pekerja JICT ini memanglah diatas rata-rata pekerja industri yang serupa. Namun dirinya sendiri juga telah mengklaim bahwa hal itu sesuai dengan produktivitas pekerja dan juga sumbangsihnya terhadap pendapatan perusahaan.

Firmansyah pada  hari Kamis 3 Agustus 2017 ini telah mengatakan “Ini berbanding lurus dengan produktivitas yang kami berikan, jadi masalah gaji ini adalah masalah produktivitas kami pekerja JICT. Ketika pekerja JICT memberikan pendapatan yang lebih buat perusahaan, otomatis pendapatan buat pekerja itu kan harusnya berbanding lurus”.

JICT
Copyright©nusantaranews

Selain itu dirinya juga telah menjelaskan bahwa ada hal yang harus diluruskan lagi mengenai kabar yang menyebutkan soal gaji. Hal ini karena gaji besar itu bukanlah merupakan gaji pokok. Gaji itu merupakakn akumulasi dari total keseluruhan insentif yang telah mencakup penghasilan tahunan dan juga bonus.

Firmansyah telah mengatakan “Jadi bukan hanya gaji. Kalau gaji ya standar aja. Kalau gaji alhamdulillah di atas UMR, tapi ya enggak sampai segitu, di situ ada insentif, uang transport dan yang lainnya”. Selain itu dirinya juga telah menjelaskan bahwa insentif ini telah sesuai dengan produkvitas yang telah diberikan oleh pekerja yang mempengaruhi kinerja dari perusahaan. Bila kinerja perusahaan ini membaik, maka pekerja akan mendapatkan insentif yang lebih bagus lagi.

Lalu terkait dengan permintaan bonus, dirinya telah menjelaskan bahwa pihaknya ini tidak meminta bonus tambahan. Hanya saja menurut dirinya ada hak yang telah dilanggar pada pendapatan perusahaan 2016 yang berpengaruh pada bonus yang akan dicairkan.

Firmansyah telah mengatakan “Kami tegaskan kami tidak menuntut bonus tambahan. Tapi kami menuntut hak yang adil, yang fair, karena pada tahun 2016 pendapatan JICT naik 4,6 persen, seharusnya bonus kami naik 17 persen”.

baca juga : 

Presiden Jokowi Canangkan Kampanye Vaksinasi Campak dan Rubella!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here