Telegram Janji Siap Blokir Konten Terorisme dengan Cepat!

0
244
telegram
Copyright©breakingnews

Telegram Janji Siap Blokir Konten Terorisme dengan Cepat!

Indowarta.com – Pemerintah Indonesia rencananaya akan mencabut pemblokiran terhadap aplikasi Telegram. Pernyataan ini muncul menyusul pertemuan yang dilakukan oleh CEO aplikasi pesan singkat itu dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

CEO Telegram, Pavel Durov menyatakan jika aplikasi pesan singkat miliknya akan segera memblokir konten berbau terorisme. Pria tersebut menuturkan jika dirinya akan membuat tim khusus untuk melakukan pemblokiran secara cepat konten terosrisme. Dia mengatakan jika hal ini juga telah bicarakan dengan pemerintahan Indonesia.

‘Kami akan segera membuat tim khusus pemblokiran konten berbau terorisme. Kami juga telah membicarakan hal ini dengan pemerintah Indonesia’ ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Selasa, 1 Agustus 2017 kemarin.

Seperti diketahui jika Durov datang ke Indonesia guna menemui Menetri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. Maksud kedatangannya ke tahah air tak lain untuk membahas pemblokiran aplikasi Telegram yang beberapa waktu lalu dilakukan oelh pemerintah Indonesia.

Telegram
Copyright©liputan6

Pemblokiran Telegram sendiri dilakukan oleh pemerintah karena pihak aplikasi ini dianggap tidak cepat merespons permohonan pemerintah untuk memblokir konten terorisme dan radikal bebas. Aplikasi pesan singkat ini dinilai terenskripsi dan dimanfaatkan jaringan terorisme untuk menyebar ajaran radikal.

Selain itu aplikasi ini juga digunakan para pelaku terorisme untuk bekomunikasi dan merencaakan pengeboman di sejumlah wilayah di Indonesia. Kelebihan lain yang dimiliki telegram sendiri berupa kapasitas pengiriman dokumen atau file hingga mencapai ukuran 1,5 GB.

Bukan itu saja dalam aplikasi ini juga dapat menampung anggota sebanyak 10 ribu orang dalam satu grub dana tanpa diketahui siapa administratornya. Maka dari itu pemerintah Indonesia memutuskan untuk memblokir layanan ini pada bulan Juli lalu.

Diurov sendiri menjelaskan sebelum dibentuknya tim khusus pemblokiran, aplikasinya ini memerlukan waktu sekitar 36 jam untuk membekukan konten terorisme. Kemudian waktu empat jam diperlukan telegram untuk menutup pesan berbau terorisme.

Bos Telegram tersebut juga mengatakan jika pihaknya akan menyediakan operator berbahasa Indonesia supaya pemblokiran konten terorisme dapat dilakukan lebih cepat. Dengan pernyataan yang disamapaikan oleh Durov tersebut pemerintah Indonesia akan segera membuka aplikasi web telegram yang telah diblokir sebelumnya.

baca juga : Penjelasan KPK Soal Peran Bupati Pamekasan Dalam Kasus Suap Kajari Pamekasan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here