Pemkot Bogor Targetkan 250 Ribu Jiwa Lagi Masuk BPJS Kesehatan!

0
102
BPJS

Pemkot Bogor Targetkan 250 Ribu Jiwa Lagi Masuk BPJS Kesehatan!

Indowarta.com– Hingga bulan Juli 2017 ini, Pencapaian Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan kota Bogor ini sudah mencapai angka 259.945 jiwa. Kini pemerintah kota Bogor pun masih mengejar angka 259.067 jiwa demi mencapai target 2019 seluruh warga kota bogor sudah tercover oleh BPJS kesehatan. Hal ini mengingat bahwa berdasarkan dari data terbaru Kementerian Dalam Negeri mengenai jumlah penduduk kota Bogor ini sudah mencapai angka 1.005.012 jiwa.

baca juga : Mulai 1 Agustus Besok, TKI Akan terlindungi BPJS Ketenagakerjaan!

Yerry Garson Rumawak yang merupakan kepala BPJS Kota Bogor ini telah mengatakan bahwa angka peserta JKN sebanyak 745.945 jiwa ini telah terbagi agi menjadi beberapa program. Dari angka tersebut, sebanyak 255,585 tercatat sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBN, 96.411 peserta PBI APBD, 81.664 peserta dari PNS/TNI/Polri/PPNPN/Pensiunan, 96.879 peserta Pekerja Penerima Upah (PPU) Swasta dan 215.137 peserta Pekerja Bukan Penerima Upah Atau Bukan Pekerja (PBPU/BP) atau biasa dikenal peserta mandiri.

Yerry mengatakan pada saat rapat forum komunikasi BPJS Kesehatan yang telah digear di Balai Kota Bogor pada hari Senin 07 Agustus 2017 ini telah mengatakan ” “Dari total peserta mandiri tercatat tagihannya mencapai Rp 48,1 miliar dan sampai Juli 2017 baru terealisasi Rp 29,8 miliar atau masih kurang 38 persen lagi,”.

bpjs kesehatan
Copyright©sindonews

Dirinya juga menambahkan bahwa peserta mandiri yang menunggak ini akan dilihat terlebih dahulu kemampuannya. Pihaknya akan secara terus menerus mengingatkan peserta jika peserta ini terhitung mampu untuk membayar. Hal ini karena penunggakan pembayaran ini nantinya akan memberikan pengaruh terhadap peserta pada saat suatu saat nanti harus dirawat inap. Peserta tiadk akan membayar denda saja, namun juga denda pelayanan sebesar 2,5 persen dari total biaya perawatan.

baca juga : Jika Stok Obat di RS Kosong, Pasien BPJS Kesehatan Harus Bagaimana?

Yerry menjelaskan ““Misalnya biaya perawatan yang harus dibayar Rp. 2 juta, maka ia harus membayar denda pelayanan sebesar Rp 50 ribu beserta tunggakannya, baru biaya perawatan akan kembali di-cover BPJS tetapi jika tidak membayar denda semua biaya ditanggung sendiri,”.

baca juga : 

BPJS Ketenagakerjaan Akan Lindungi TKI Lebih Baik!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here