NU Siapkan Aksi Lebih Besar Dari 212 Untuk Tolak Full Day School!

0
521
NU
Copyright©kompas

NU Siapkan Aksi Lebih Besar Dari 212 Untuk Tolak Full Day School!

Indowarta.com – Kali ini sejumlah pengurus Nahdlatul Ulama (NU) ikut berkomentar terkait dengan diberlakukannya ‘Full Day School’. Tanggapan NU ini disampaikan langsung oleh Ketua PWNU Jawa Timur, KH Mutawakkil Alallah yang menolak kebijakan pemerintah sekolah selama lima hari tersebut.

Salah satu kiai Jatim tersebut mengatakan NU siap melakukan aksi penolakan lima hari sekolah atau Full Day School ini di Jakarta bila aspirasinya ini tak didengarkan. Mutawakkil menuturkan jika aksi ini akan lebih besar dibandingkan dengan aksi 212 yang pernah terjadi sebelumnya.

‘Para ulama dan sejumlah masyarakat NU siap untuk turun ke jalan Jakarta. Jika aspirasi yang kami katakan ini tak ditindak lanjut, insyallah aksi ini akan lebih besar dari aksi 212 lalu’ ujarnya saat ditemui di Kantor PCNU Kraksan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Tengah pada Rabu, 9 Agustus 2017.

Maka dari itu dirinya meminta supaya Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menijau ulang kebijakan yang diambil oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengenai Full Day School tersebut. Kiai Mutawakkil sendiri juga menyuruh kepada sejumlah pengurus di pondok pesantrennya untuk memasang spanduk dan baliho menolak kebijakan tersebut.

NU
Copyright©tribunnews

Kiai yang juga pengurus Pondok Zainul Hasan Genggong ini memerintahakan supaya madrah dan warga NU seluruhnya untuk menolak kebijakan ini. Hal itu dilakukan karena jika kebijakan pemerintah ini tetap dilakukan akan mematikan madrasah diniyah.

Selain itu dia juga menghimbau mayarakat supaya tetap selalu menjaga ketertiban ketika memasag spanduk dan baliho terkait penolakan kebijakan Full Day School ini. ‘Seluruh pengurus ponpes, pengelola madrah dan warga NU supaya seluruhya menolak kebijakan ini karena akan mematikan madrasah diniyah. Saya juga menghimbau supaya tetap menjaga ketentraman dan keadaan yang sudah kondusif jangan diganggu’ ujarnya.

Sementara itu NU bersikukuh menolak kebijakan yang diberikan oleh pemrintah terkait dengan dunia pendidikan ini karena alasan tertentu. Alasan itu sendiri ialah karena jika diberlakukan Full Day Sekolah para siswa akan menghabiskan waktu seluruhnya di sekolah dan madrasah serta pesantren untuk mengaji akan sepi.

Full Day School sendiri merupakan salah satu kebijakan yang baru-baru ini dicanangkan oleh pihak pemerintah Indonesia. Siswa nantinya hanya masuk dan mengikuti pelajaran selama lima hari yakni hari Senin hingga Jumat, namun jam ditambah.

baca juga : Posisi Sulit NU dan Muhammadiyah Dalam Polemik Soal Full Day School!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here