Apartemen Green Pramuka Akui Belum Berikan SHM Kepada Para Penghuni!

0
201
Acho-Green Pramuka
Copyright©Republika

Apartemen Green Pramuka Akui Belum Berikan SHM Kepada Para Penghuni!

Indowarta.com – Pihak Apartemen Green Pramuka mengakui bahwa sertifikat hak milik belum diberikan kepada para penghuninya. Hal itu karena penerbitan sertifikat harus mendapatkan persetujuan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Hal itu diungkapkan perwakilan sekaligus pelapor dari pengelola apartemen, Danang Surya Winata. “Karena sertifikat itu dari BPN, bukan developer (pengembang). Kalau syarat belum dipenuhi belum dapat diterbitkan, kami ikuti saja,” ujar Danang.

Selain itu dia juga menjelaskan salah satu syarat untuk penerbitan sertifikat yaknipengembang harus menyelesaikan pembangunan secara menyeluruh. Namun saat ini, pembangunan di Apartemen Green Pramuka baru berjumlah tujuh tower dari 17 tower yang dicanangkan.

Baca Juga Acho dan Pihak Apartemen Green Pramuka Akhirnya Berdamai! 

Setelah pihak pengelola dan kuasa hukum menggelar konfrensi pers, beberapa penghuni yang telah menunggu berusaha menyampaikan keluhannya kepada pihak pengelola. Beberapa penghuni Tower Faggio mengungkapkan telah menempati unit selama enam tahun. Namun hingga kini hanya mendapatkan Perjanjian Pengikat Jual Bali (PPJB).

Apartemen Green Pramuka
Copyright©CNN

“Pak Danang gimana sertifikat kami, kalau ditemui enggak mau nongol. Sertifikat ini gimana, janjinya setelah dua tahun,” kata Danang.

Akan tetapi, pihak pengelola langsung meninggalkan tempat tanpa memberikan jawaban atas pertanyaan mereka.

Sembari meninggikan suara, di hadapan awak media, mereka membenarkan pernyataan dari Komedian Muhadkly MT atau Acho yang menuliskan keluhannya akan Apartemen Green Pramuka di blog pribadinya.

“Yang ditulis Acho itu benar. Kami udah capek ngelapor, enggak mau nemuin dia (pengelola),” jelas salah satu penghuni.

Baca Juga Stress Hadapi Kasus Hukum, Acho Tak lagi Tinggal di Green Pramuka?

Diketahui, kasus yang menimpa Acho itu bermula dari tulisannya mengenai Green Pramuka City, Jakarta Pusat pada tahun 2015 lalu. Acho yang merupakan penghuni apartemen tersebut sejak tahun 2014 lalu itu merasa kecewa, lantaran ada ketidakkonsistenan pengelola terkait dengan fasilitas ruang terbuka hijau.

Namun, tulisan itu justru berujung pada proses hukum. Acho dilaporkan Danang Surya Winata selaku kuasa hukum PT Duta Paramindo Sejahtera yang mengelola apartemen tersebut ke polisi. Acho dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik sebagaimana Pasal 27 ayat 3 UU ITE dan fitnah Pasal 320, 311 KUHP.

Kuasa Hukum Apartemen Green Pramuka, Muhammad Rizal Siregar menegaskan pihaknya tidak dapat mencabut laporan. Kasus itu sepenuhnya diserahkan kepada penegak hukum.

Baca Juga Ini Cuitan Acho yang Dianggap Merugikan Pihak Apartemen Green Pramuka!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here