Polemik Patung Raksasa di Tuban, Ini Peringatan Istana!

0
1697
Patung di Tuban
Copyright©tribunnews

Polemik Patung Raksasa di Tuban, Ini Peringatan Istana!

Indowarta.com – Saat ini polemik terkait berdirinya Patung di Tuban kini terus menuai tanggapan. Salah satunya dari Istana Kepresidenan melelui Kepala Kantor Staf Kepresidenn Teten Masduki yang mengaku jika kini tengah menyoroti terjadinya perubahan nilai di masyarakat Indonesia.

Teten tengah menyoroti perubahan nilai toleransi dan menghormati perbedaan yang muncul terkait polemik keberadaan Patung di Tuban ini. ‘Dulunya tak menjadi masalah, rukun-rukun saja dan kita pun dulu duduk bersama dengan perbedaan. Namun kenapa sekarang itu tidak ada dan perbedaan justru dipermasalahkan’ ujarnya saat ditemui di Jakarta pada Rabu, 9 Agustus 2017.

Peristiwa ini menurutnya menadi salah satu bukti bahwa memang terjadia perubahan nilai di masyarakat saat ini. Teten memberikan contoh sepeerti halnya penolakan sejumlah masyarakat atas beridirnya patung raksasa dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, Jawa Timur.

Beberapa waktu lalu terlihat puluhan orang yang datang dari berbagai elemen melakukan aksi protes di depan gedung DPRD Jawa Timur. Mereka melakukan aksi protes tersebut untuk menolak keberadaan Patung di Tuban dan meminta supaya patung tersebut segera dirobohkan. Menurut mereka patung raksasa tersebut tidak ada kaitannya dengan sejarah bangsa Indonesia.

Patung di Tuban
Copyright©kompas

Seperti diketahui jika patung raksasa tersebut memang berdiri di Klenteng Tuban dan memiliki tinggi sekitar 30 meter. Patung yang menghadap ke laut itu diresmikan oleh Ketua MPR RI Zulkifli Hasan pada tanggal 17 Juli 2017 lalu dan dinobatkan sebagai patung dewa terbesar se Asia Tenggara.

Terkait dengan tuntutan sejumlah kelompok warga yang menolak patung ini, Teten menegaskan agar negara tak tinggal diam dengan kejaidan ini. Negara tak boleh memutuskan atau membela sepihak dan harus menempatkan warga negaranya di kedudukan yang sama.

Menuurtnya jika ada persoalan semacam ini hukum yang harus ditagakan dan buka dengan main hakim sendiri. ‘Jika ada tindkaan intoleransi atau tindakan semena-mena harus ditindak hukum. Apalagi mereka yang menginginkan ini itu, pemerintah tak boleh tunduk pada tekanan tersebut’ ujarnya.

Mengenai Patung di Tuban ini sendiri sebelumnya diprotes oleh puluhan masyarakat dengan mendatangi kantor DPRD Jatim. Selain alasan jika patung itu tak memiliki sejarah untuk bagsa Indonesia, mereka juga beralasan karena Zulkifli Hasan tak memiliki dokumen izin mendirikan bangunan (IMB).

baca juga : Aksi Unjuk Rasa Masyarakat Menuntut Dibongkarnya Patung Raksasa di Kelenteng Tuban!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here