Menkominfo Akhirnya Resmi Membuka Blokir Telegram!

0
360
telegram
Copyright©Getty Images

Menkominfo Akhirnya Resmi Membuka Blokir Telegram!

Indowarta.com – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) akhirnya kini membuka pemblokiran Telegram pada Kamis, 10 Agustus 2017 dini hari. Pengumuman tersebut disampapaikan melalui konferensi pers yang diselenggarakan di Kementerian Kominfo, Jakarta.

Dalam konferensi tersebut turut hadir Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Samuel Abrijani Pangerapan, dan Taruli dari koordinator tim Trust+.

Menkominfo mengatakan kalau pembukaan blokir Telegram versi web ini berkat upaya kedua belah pihak dalam menghadapi konten negative, khususunya yang berkaitan dengan radikalisme dan terorisme.

Baca Juga Pemerintah Akan Buka Blokir Telegram Minggu Ini!

Rudiantara mengatakan, “Dengan progress yang sama-sama dilakukan oleh Telegram, dikerjakan oleh Kominfo maupun tim dari Telegram. Jadi, hari ini Telegram untuk webnya dibuka kembali sehingga masyarakat bisa menggunakan, memanfaatkan Telegram web lagi”.

Telegram
Copyright©kompas

Seperti diketahui, sebelumnya Kominfo memutuskan untuk menutup akses layanan pesan instan berlogo pesawat kertas tersebut pada Jumat (14/7). Kominfo meminta kepada seluruh Internet Service Provider (ISP) untuk melakukan pemutusan akses (pemblokiran) terhadap 11 Domain Name System (DNS) milik Telegram.

Dipaparkan 11 Domain Name System (DNS) milik Telegram meliputi t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org.

Akibatnya, dampak terhadap pemblokiran itu adalah tidak bisa diaksesnya layanan tersebut versi web atau tidak bisa diakses melalui komputer. Sedangkan aplikasinya masih dapat digunakan.

Baca Juga Sudah Lakukan Perundingan dengan Kemenkominfo, Telegram Akan Segera Dibuka Kembali!

Kominfo kemudian menjelaskan kalau pemblokiran itu harus dilakukan lantaran banyak sekali kanal di layanan tersebut yang bermuatan propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, dan lain sebagainya, yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.

Pasca pemblokiran yang dilakukan, CEO Telegram Pavel Durov langsung bereaksi hingga menyambangi Indonesia. Durov sendiri sepakat untuk memberantas konten negative di situsnya sehingga akahirnya layanan versi web bisa dapat diakses kembali.

Meski blokir untuk versi web sudah dibuka, namun proses normalisasi ini membutuhkan waktu sehingga masih ada DNS yang belum dapat di akses. Menurut keterangan yang diberikan, memang belum semua DNS bisa diakses oleh masyarakat. Dibutuhkan waktu agar domain yang tidak bisa diaksestersebut normal kembali.

Baca Juga Telegram Janji Siap Blokir Konten Terorisme dengan Cepat!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here