Kronologis Lion Air Tinggalkan 120 Penumpang!

0
530
kion air

Kronologis Lion Air Tinggalkan 120 Penumpang!

Indowarta.com– Sebanyak 120 penumpang reguler Maskapai penerbangan Lion Air JT 673 yang rencananya akan bertolak ke Balikpapan Kalimantan Timur dari Bandara Internasional Juwata Tarakan ini harus rela tidak ikut terangkut. Kejadian ini telah terjadi pada hari Jumat 11 Agustus 2017.

baca juga : Perppu Ormas: Pengikut HTI Bisa Dipenjarakan?

Kronologi tidak terangkutnya para calon penumpang yang telah memiliki tiket resmi ini disebabkan oleh schedule ataupun jadwal keberangkatan yang pada saat itu sempat terhambat akibat adanya gangguan atau sistem down.

Hal ini telah mengakibatkan para petugas maskapai Lion Air ini harus melakukan proses check in secara manual. Proses check in secara manual sudah dilakukan semenjak pukul 04.30 WITA. Walaupun petugas yang bersangkutan ini telah melakukan koordinasi ke Kapten pesawat Lion Air JT 673, namun Kapten pun telah memberikan penolakan untuk memberikan kelonggaran waktu dan mengingkan berangkat tetap sesuai dengan schedule yang telah ditentukan.

lion air

Akibat dari hal tersebut adalah sebanyak ratusa calon penumpang Lion Air pun telah tertinggal meskipun juga ada yang sempat sudah ada di ruang tunggu keberangkatan . Dari total sebanyak 206 penumpang yang telah terdaftar, hanya terdapat sebanyak 86 penumpang yang telah diberangkatkan menuju ke Balikpapan.

baca juga : ITS Akan Mengikuti Instruksi Kemenristekdikti Soal Dosen Terlibat HTI!

Sementara itu sisa dari jumlah tersebut memiliki untuk tetap berada di Bandar Udara Juwata ataupun tepatnya berada di depan counter Check In pesawat Lion Air. Mereka telah meminta kejelasan dari pihak maskapai yang telah daingap merugikan. Sebelum mendapatkan kepastiakn mengenai keberangkatan mereka, para penumpang yang telah batal berangkat ini telah memilih untuk tidak akan beranjak dari Bandara.

Kepala Bandara Juwata Tarakan yakni Hemi Pamuraharjo ini telah mengatakan bahwa piot penerbangan Lion JT 673 menurut dirinya sudah melakukan pelanggaran prinsip-prinsip tanggugn jawab pengangkut. Hal ini karena sang pilot telah meninggalkan penumpang yang masih melakukan check in manual karena sistem yang error.

Hemi di dalam sebuah keterangan resminya pada hari Jumat 11 Agustus 2017 ini telah menyebutkan “Ini merupakan tindakan kesewenang-wenangan dari pilot yang tidak bertanggung jawab terhadap prinsip-prinsip tanggung jawab pengangkut”.

baca juga : 

Pesawat Lion Air dan Wings Air Bersenggolan di Bandara Kualanamu!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here