Berita Terkini : Erupsi Terus Mengancam, Korban Awan Panas Gunung Sinabung Bertambah Menjadi 7 Orang Tewas 2 Orang Tengah Kritis !

0
1252
Gunung Sinabung

Berita Terkini : Erupsi Terus Mengancam, Korban Awan Panas Gunung Sinabung Bertambah Menjadi 7 Orang Tewas 2 Orang Tengah Kritis !

indowarta.com– Data sementara dari BPBD Karo, Sumatera Utara mnyebutkan bahwa terdapat sembilan orang yang terkena awan panas Gunung Sinabung. Enam orang meninggal dunia dan yang tida lainnya mengalami kritis luka bakar akibat terkena awan panas Gunung Sinabung.

Pernyataan resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa semua korban merupakan warga dari Desa Gamber, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo. Lokasi tersebut merupakan lokasi yang berada di zona merah saat Gunung Sinabung meletus disertai denga luncuran awan panas pada hari Sabtu 21 Mei 2016 sekitar pukul 16.48 WIB.

Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, PMI,relawan dan juga masyarakat terus melakukan pencarian korban. Mereka menyisiri rumah-rumah dan kebun milik masyarakat. Tidak bisa diketahui secara pasti berapa banyak masyarakat yang berada di Desa Gamber pada saat luncuran awan panas terjadi.

Berikut adalah nama korban yang meninggal akibat dari terkena awan panas Gunung Sinabung yakni Milala, Irwansyah Sembiring, Nantin Br. Sitepu, Leo Perangin-angin, ngulik Ginting dan Ersada Ginting. Selain itu, nama dari orang yang menderika luka bakar adalah Brahim Sembiring, Cahaya sembiring dan Cahaya Br Tarigan. Kini semua korban berada di Rumah Sakit Efarina Etaham Kabanjahe.

Gunung Sinabung

Desa Gamber sendiri berada di radius 4 kilometer di sisi tenggara puncak kawah gunung Sinabung. PVMBG menhimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivas di sekitar zona yang berbahaya tersebut mengingat bahaya dari ancaman awan panas, lava pijar, bom, lapili, abu pekat dan material lain dari erupsi.

Namun masyarakat tidak menghiarukan hal tersebut, sebagian dari masyarkat tetap nekat berkebun dan tinggal untuk sementara waktu sambil mengolah kebun dan juga ladang mereka. Yang menjadi faktor utama masyarakat melakukan hal tersebut adalah soal ekonomi.

Semenjak akhir Oktorber 2014 silam, Desa Gamber telah direkomendasikan sebagai daerah yang berbahaya sehingga masyarakat harus di relokasi ke tempat yang lebih aman. Sebanyak 4.967 jiwa yang berada di empat desa harus direlokasi tahap yang kedua yaitu Desa Gamber, Kuta Tonggal, Gurukinayan dan Berastepu.

baca juga :

Berita Terkini : Kondisi Bocah Korban Pembacokan Di Salatiga ini Masih Kritis !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here