Redenominasi dan Dampaknya Terhadap Ekonomi!

0
564
Uang Rupiah
Copyright ©sindonews

Redenominasi dan Dampaknya Terhadap Ekonomi!

Indowarta.com – Mungkin beberapa waktu belakangan ini redenominasi sedang dalam pembicaraan hangat. Terlebih, beberapa negara dan kementerian terkait sudah mulai melakukan sebuah diskusi mengenai adanya rencana ini.

BACA JUGA : Ini Alasan Fadli Zon Tolak Rencana Redenominasi Rupiah Oleh Bank Indonesia!

Pengambilan langkah redenominasi dianggap untuk efiseinsi. Namun, untuk melakukan langkah ini ada syarat yang harus dipenuhi, yaitu kondisi ekonomi di Indonesia harus stabil dan kuat. Ditambah perlu adanya pemerhatian pada inflasi.

Walau demikian, untuk melaksanakan perencanaan ini juga harus membutuhkan sebuah persiapan yang matang. Namun rencana akan memberikan dampak kepada ekonomi yang ada di Indonesia. Sehingga, apa pengertian dari redenominasi dan dampaknya kepada ekonomi?

VP Sales and Marketing PT Ashmore Asset Management Indonesia Angganata Sebastian menjelaskan, ini merupakan sebuah langkah untuk pengurangan satu digit nilai mata uang.

“Kalau kita berbicara redenominasi yaitu pengurangan digit nilai mata uang, dan disertai dengan pengurangan digit dari barang dan jasa. Jadi rupiah dipangkas tiga digit dari belakang,” kata Angganata, seperti ditulis Selasa (22/8/2017).

Dia mengatakan, jika redenominasi ini memang akan dijalankan di Indonesia, maka akan memberikan dampak yang minim. Sehingga dengan itu, masyarakat tidak perlu memiliki rasa kekhawatiran yang berlebih terkait dengan hal ini.

Uang Rupiah, (1)
Copyright ©kabarin

Terkait dengan hal ini, Ketua Komisi XI DPR, Melchias Markus Mekeng meminta kepada Bank Indonesia (BI) dan pemerintah untuk gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait dengan redenominasi ini, khususnya kepada masyarakat kelas bawah.

BACA JUGA : Syarat Mutlak Redenominasi Rupiah Dari Rp 1000 Jadi Rp 1 di Indonesia!

“Sebelum implementasi, sosialisasi yang agresif dulu ke masyarakat, ada‎kan seminar, diskusi publik, supaya mereka tahu, oh redenominasi begini. Karena pemahaman masyarakat bawah dan yang pintar-pintar beda,” pungkasnya di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (20/7/17).

Mekeng menilai, sekarang ini masih banyak masyarakat bawah yang menilai kalau langkah redenominasi ini merupakan senering yang sudah pernah dijalankan pemerintah pada tahun 1959. Sinering merupakan pemotongan nilai uang rupiah, sedangkan redenominasi ini adalah penghapusan nominal dan angka nol pada rupiah. Oleh karena itu keduanya sangat berbeda.

“Yang pintar-pintar ngomongnya soal makro, tapi masyarakat bawah ini mereka melihatnya duit saya dipotong nih. Kalau dipotong mending beli dolar. Kalau pada beli dolar, 1 orang beli 100 dolar saja, dolar bisa naik tuh, ekonomi kita bisa ambruk,” ucapnya.

BACA JUGA : Berita Terkini: Gubernur BI Minta Dukungan Jokowi Ubah Rp 1000 Jadi Rp 1 !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here