Berita Hari Ini : Tuduh Bupati Hatta Rahman Korupsi Lewat Status FB, Ketua LSM Gempar Dilaporkan Ke Polisi !

0
969
fb

Berita Hari Ini : Tuduh Bupati Hatta Rahman Korupsi Lewat Status FB, Ketua LSM Gempar Dilaporkan Ke Polisi !

indowarta.com– Bupati Maros Hatta Rahman melalui LO- nya yakni Muh Ridwan telah melaporkan Ketua DPP LSM Gempar, Akbar Polo ke Satuan REskrim Polres Maros dengan laporan pencemaran nama baik.

Ridwan melaporkan Akbar setelah dia mengikuti pelantikan Bupati Maros oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di kantor Gubernur SulSel di Makassar empat bulan yang lalu. Pada hari Senin 23 Mei 2016 kemarin Ridwan mengatakan bahwa Akbar telah dilaporkan ke Polisi pada tanggal 24 Februari yang lalu atas kasus dugaan pelanggaran Undan-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan juga pencemaran nama baik.

WAJIB BACA :  Viral di FB, Wanita Pengendara Motor Nekat Tabrak Polisi Saat Kabur Karena Razia!

Dirinya sudah melaporkan Akbar Polo ke pihak polisi setelah dirinya mendapat kuasa langsung dari Pak Hatta. Laporan tersebut dilayangkan setelah pelantikan Bupati di Kantor Gubernur. Menurutnya pihak Hatta Rahman telah dirugikan dan tidak menerima adanya postingan foto selembar spanduk di sosial media FB olek Akbar Polo yang menyebutkan bahwa Hatta Rahman merupakan pencuri dan juga koruptor.

fb

Akbar Polo telah memasang spanduk di depan kantor Gubernur Sulsel. Di dalam spanduk tersebut bertuliskan Mendagri telah melantik pencuri atau koruptor Hatta Rahman sebagai Bupati Maros. Kemudian foto dari spanduk tersebut diunggah di media sosial Fb.

Karena perbuatan tersebut, Akbar Polo dinilai telah melanggar pasa 27 ayat 3 UU nomor 11 tahun 2008 mengenaik ITE yang mengacu pada pasal 310 dan pasa 311 kitab UU Hukum Pidana (KUHP) tentang penghinaan atau pencemaran nama baik.

WAJIB BACA :  Dibalik Insiden Bendera Indonesia Terbalik, Surat Terbuka Gadis Ini Viral Di FB!

Ridwan mengaku masih belum menerima perkembangan proses penyelidikan kasus ini oleh Polres Maros setelah dia mendapatkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Perkara (SP2P) tanggal 13 Mei yang lalu.

Ridwan mengatakan bahwa masih belum ada perkembangan mengenai kasus ini setelah pihaknya menerima surat pemberitahuan tersebut. Dalam surat itu tertulis, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Terhitung sudah dua kali Akbar Polo tidak menghadiri panggilan penyidik.

baca juga :

Berita Terkini : Mewakili Pemerintah, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa Berikan Santunan Rp 140 Juta Kepada Korban Awan Panas Gunung Sinabung !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here