Komentar MUI Tentang Sertifikasi Halal Vaksin MR!

0
563
Vaksin MR
Copyright ©kabar virals

Komentar MUI Tentang Sertifikasi Halal Vaksin MR!

Indowarta.com – Vaksin Measles Rubella (MR) hingga kini belum mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Idonesia (MUI). Mengenai Vaksin MR ini ditanggapi langsung oleh Ketua MUI Bidang Hubungan Internasional, KH Muhyidin Junaidi.

Dia menuturkan memang benar jika saat ini pemberian Vaksin MR tengah gencar dilakukan oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan. KH Muhyiddin sendiri juga menyebutkan jika pihaknya belum jelas mengenai kehalalan vaksin untuk virus campak atau rubella ini.

MUI sendiri mengharapakan pemebrian vaksin ini menggunakn batas waktu yang tepat sehingga proses pengajuan haal atau tidaknya bisa dilakukan. ‘Apakah 2 atau 3 tahun seharusnya vaksin MR ini jelas batas waktunya. Jangan sampai darurat dan sertifikasi halal pun belum diajukan‘ ujarnya saat ditemui pada Rabu, 23 Agustus 2017.

Hingga saat ini sertfikasi halal mengenai vaksi ini tengah diajukan dan belum didapatkannya. Diharapkan dengan dukungan antara Kementerian Kesehatan dan Badan Penagwas Obat dan Obat Makanan (BPOM) melakukan kerjasama agar secepatnya mendapatkan sertifiksai halal vaksin ini.

Vaksin MR
Copyright ©kabarsatu

Sementara itu menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pihaknya kini memproses pengajuan sertifikasi halal Vaksin MR kepada MUI. Namun sertifiksi halal sendiri tidak mudah didapatkan dan tentunya membutuhkan waktu yang cukup lama. Pernyataan ini juga diungkapkan oleh Kepala Biro Humas Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi.

Dia menuturkan jia dlam pemberian vaksin Rubella terhadap anak-anak untuk sementara saat ini pihaknya masih berpegangan dengan Fatwa MUI Nomor 4 tahun 2016 yang memprbolehkan imunisasi. Sedangkan untuk pengajuan sertifikasi halal menurutnya Kemenkes masih melakukan proses.

Beberapa waktu lau, Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek sempat berencana akan mendatangi Kantor MUI. Dia ingin datang guna membahas terkait sertifikasi halal vaksin rubella, namun hal tesebut tidak terlaksana karena terhalang suatu hal.

Oscar sendiri menuturkan jika apa yang dilakukan oleh Menkes tersebut merupakan salah satu bagian untuk mendapatkan sertifikasi halal dari MUI. Meskipun banyak mendapat protes dari masyarakaat, menurutnya Kemenes tak akan mengehentikan program mengguakan vaksin rubella ini.

Sementara itu cukup diktahui Kemenkes mulai melakukan Vaksin MR dari fase pertama yakni bulan Agustus dan Setember 2017. Pemberian vaksi tersebut akan dilakukan di seluruh provinsi di Pulau Jawa yakni sekitar 36.776.100 atau 55 persen dari populasi usia 9 bulan hingga 15 tahun.

baca juga : Vaksin Mr Aman, Ampuh Cegah Campak dan Rubella!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here