Khofifah Jadi Penentu di Pilgub Jatim 2018!

0
877
Khofifah
Copyright ©Liputan6

Khofifah Jadi Penentu di Pilgub Jatim 2018!

Indowarta.com – Khofifah Indar Parawansa sampai sekarang ini masih belum menentukan kepastiannya apakah akan maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018. Sebenarnya, keputusan dari perempuan ini akan dapat menjadi penentu untuk peta koalisi politik di Jawa Timur.

BACA JUGA : Dilema PPP Usung Gus Ipul Atau Khofifah di Pilgub Jatim!

Adanya sebuah desakan yang datang dari beberapa tokoh dan ulama di Jatim yang meminta dia untuk turun gunung yang diamini oleh Ketua PP Muslimat NU tersebut. Terlebih, pada Selasa (22/8/17) lalu, Khofifah sudah melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan.

WAJIB BACA :  Gerindra Cari Sosok Tandingan Khofifah dan Gus Ipul di Pilgub Jatim!

Dalam pertemuannya tersebut, dia meminta ijin kepada Presiden untuk mengundurkan diri dari kabinet kerja. Hal ini dilakukannya karena dia ingin meju dalam Pilgub Jatim yang akan digelar pada tahun depan.

Terlihat hingga sekarang ini beberapa partai politik (Parpol) Jawa Timur masih menahan diri untuk menyatakan dukungan mereka kepada kadidat di Pilgub Jatim 2018 nanti. Hal ini dilakukan karena masih menunggu keputusan dari Khofifah.

khofifah
Copyrigth ©Kompas

“Semua kekuatan politik sekarang sedang menunggu kepastian deklarasi Khofifah. Masing-masing masih menyimpan kartu As nya. Baru akan bersikap setelah ada kepastian dari Khofifah,” ungkap Direktur Surabaya Survei Center (SSC) Mochtar W Oetomo, Sabtu (26/8/2017).

BACA JUGA : Jokowi Tampil Kenakan Baju Adat Makassar Di Sidang Tahunan MPR!

Kontelasi politik pastinya akan sangat berpengaruh dengan adanya keputusan Khofifah. Sebagaimana diketahui, kalau mayoritas dari warga Jawa Timur adalah NU. Bahkan, basis terbesar NU juga berada di Jawa Timur.

WAJIB BACA :  Gerindra Cari Sosok Tandingan Khofifah dan Gus Ipul di Pilgub Jatim!

Namun, sekarang ini juga ada kader NU di Jawa Timur, yaitu Saifullah Yusuf (Gus Ipul) yang dikabarkan juga ikut running di Pilgub 2018 ini. Mochtar  mengatakan, jika keduanya maju dalam Pilgub Jatim, maka akan membuat dukungan dari NU terpecah.

“Karena maju tidaknya Khofifah berpengaruh besar pada keutuhan suara NU. Jika dia maju jelas suara NU dari elit sampai akar rumput akan terbelah. Itu akan menjadi kesempatan bagi kandidat atau partai lain untuk mencuri kemenangan,” ucap Dosen Komunikasi Politik di Universitas Trunojoyo Madura itu.

Oleh karena itu, jika Khofifah memutuskan untuk tidak maju, maka suara NU akan utuh untuk memilih Gus Ipul dalam Pilgub Jatim 2018 mendatang. Sehingga dengan itu, akan sulit pada kadidat lain untuk mengalahkan Gus Ipul.

WAJIB BACA :  Gerindra Cari Sosok Tandingan Khofifah dan Gus Ipul di Pilgub Jatim!

“Kalau Khofifah tidak maju suara NU akan cenderung ke Gus Ipul, sehingga, akan sulit bagi kandidat lain untuk bersaing secara kompetitif. Itulah mengapa sampai sekarang partai masih diam semua,” ucap Mochtar.

baca juga : SBY dan Prabowo Akhirnya Bertemu, KMP Jilid II Akan Diperkuat dengan Hadirnya Demokrat?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here