Fraksi Gerindra Khawatir Anies Baswedan dan Sandiaga Uno ‘Dikerjai’ Oleh PNS DKI!

0
1350
Anies Baswedan
Copyright©liputan6

Fraksi Gerindra Khawatir Anies Baswedan dan Sandiaga Uno ‘Dikerjai’ Oleh PNS DKI!

Indowarta.com– Sekretaris Komisi A DPRD DKI Jakarta yakni Syarif mengaku bahwa dirinya merasa kecewa dengan keputusan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah menghapus anggaran pengadaan lahan ruang publik terpadu ramah anak atau RPTRA.

baca juga : Saat Anies Baswedan dan Sandiaga Uno Diingatkan Jangan Buat Rumah Baru Kala Menjabat!

Syarif merasa khawatir nantinya para pegawai negeri sipil yang berada di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini akan berbuat hal yang sama pada saat Anies Baswedan dan juga Sandiaga Unoo menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

WAJIB BACA :  Anies Baswedan Jelaskan Soal Mekanisme Program DP Nol Rupiah!

Syarif pada saat dihubungi pada hari Senin 28 Agustus 2017 telah mengatakan “Saya kan lihatnya aspek politik dong, kebijakan pimpinan kok bisa-bisanya tidak dijalankan. Saya tidak mau berikutnya Anies-Sandi memerintahkan ke bawahannya hanya iya iya saja, begitu eksekusi enggak bisa”.

Anies Baswedan
Copyrigth©wowkeren

Anggota dari Fraksi Partai Gerindra ini pun sebelumnya telah menyebutkan bahwa gubernur DKI Jakarta yakni Djarot Saiful Hidayat ini telah dikerjai oleh bawahannya terkait dengan penghapusan anggaran RPTRA. Syarif tidak ingin bahwa nantinya Anes Baswedan dengan Sandiaga Uno juga dikerjai pada saat sudah menjabat nanti.

baca juga : Anies Baswedan Hadiri Acara Milad FPI Di Stadion Muara Kamal!

Terkait dengan hal tersebut, komisi A pun sempat meminta kepada para wali kota untuk bisa mempertahankan anggaran tersebut di dalam rapat bersama badan anggaran atau Banggar. Syarif mengatakan “Kita harus menghargai pimpinan kan. Bagaimana pun caranya ya dicari payung hukumnya, pasti bisa kok”.

WAJIB BACA :  Gerindra Cari Sosok Tandingan Khofifah dan Gus Ipul di Pilgub Jatim!

Menurut Syarif, para PNS di DKI Jakarta ini telah berhani menghapus anggaran tersebut karena Basuki Tjahaja Purnama atau yang kerap disapa dengan nama Ahok masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Syarif mengatakan “Intinya karena enggak ada Ahok, mereka enak-enakan lempar tanggung jawab. Kalau ada Ahok saya yakin pada dipanggil, diberhentikan”.

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta yakni Djarot sendiri merasa bingung anggaran RPTRA ini dihapus di dalam Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara 2017. Terlebih lagi alasan dari penghapusan tersebut adalah terjadi kesalahan di jajaran wali kota dalam memasukkan nomenklatur hingga salah kode rekening.

baca juga : 

Ketika Anies Baswedan Sebut FPI Harus Rawat Kebinekaan!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here