Wapres Pastikan Indonesia Dapatkan Pajak Lebih Besar Dari Freeport!

0
668
JK
Copyright©Beritateratas

Wapres Pastikan Indonesia Dapatkan Pajak Lebih Besar Dari Freeport!

Indowarta.com – Wakil Presiden Jusuf Kalla senang pemerintah dan PT Freeport Indonesia sudah menyetujui empat poin kesepakatan. Ia memastikan, dengan kesepakatan ini, pemerintah akan mendapatkan pajak lebih besar dari perusahaan yang berpusat di Amerika Serikat itu.

“Tidak lebih rendah daripada (yang didapat) sekarang, pasti lebih baik,” ujarnya pada Selasa (29/8). “Tentu kita tujuannya itu, setiap renegosiasi tujuannya selesai. Memang beberapa prinsip-prinsip pokok yang diberikan ke Freeport saya kira sudah hampir semua rampung lah,” tambahnya.

Selain itu ia juga mengatakan lebih lanjut pelaksanaan divestasi teknisnya tengah dibicarakan dan duaha diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Perubahan Keempat Atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Freeport sendiri mendapatkan perpanjangan usaha hingga 2041. Perpanjangan usaha ini bisa diperoleh setelah raksasa tambang itu menyepakati empat poin perundingan dengan pemerintah Indonesia.

freeport indo
Copyrigth©jaknews

Keempat poin yang dimaksud adalah pertama, landasan hukum yang mengatur hubungan pemerintah dengan Freeport Indonesia adalah IUPK, bukan kontrak karya (KK). Kedua, divestasi atau pelepasan saham Freeport Indonesia sebesar 51 persen untuk kepemilikan nasional.

Ketiga, Freeport Indonesia membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian (smalter) selama lima tahun atau maksimal pada Oktober 2022. Keempat, stabilitas penerimaan negara, yakni penerimaan negara secara agregat lebih besar dibanding peneriman melalui KK selama ini.

Sementar itu, Chief Executive Officer (CEO) Freeport McMoRan Inc Richard Adkerson mengungkapkan, keputusan Freeport mau melepas 51 persen saham tak lepas dari kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Ia mengaku menghargai kepemimpinan Jokowi.

Selain itu, Adkerson juga mengatakan sudah mendengarkan keinginan dan tujuan Jokowi yang disampaikan oleh sejumlah menteri yang terkait dengan perundingan Freeport. Ia memiliki keyakinan, persetujuan dengan pemerintah Indonesia akan bermanaat bagi kelanjutan bisnisny.

Apalagi pihaknya berencana menggelontorkan invstasi 20 miliar dollar AS untuk tambang bawah tanah. Dana itu dibutuhkan untuk menyuntik bisnis Freeport yang sedang lesu. Selain divestasi 51 persen saham, perusahaan tambang ini juga bersedia menyetujui pembayaran royalti dan pajak lebih tinggi.

Hal  ini tentu menjadi angin segar bagi keuangan negara yang membutuhkan banyak pemasukan untuk pembangunan.

Baca Juga Pemerintah Resmi Dapatkan 51 Persen Saham Freeport!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here