Indonesia Kirim Bantuan dan Desak Myanmar Hentikan Kekerasan Saat Konflik Rohingya Pecah Kembali!

0
598
Rohingya
Copyright ©Associated Press

Indonesia Kirim Bantuan dan Desak Myanmar Hentikan Kekerasan Saat Konflik Rohingya Pecah Kembali!

Indowarta.com – Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam pada saat pecahnya kembali konflik antara etnis Rohingya dengan militer Myanmar di negara bagian Rakhine. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi sudah menghubungi Penasehat Keamanan Nasional Myanmar, U Thaung Tun. Karena Indonesia pun semampu mungkin melakukan pengiriman bantuan kemanusiaan kepada para korban dalam konflik itu.

BACA JUGA : Inggris Minta DK PBB Gelar Pertemuan Bahas Soal Rohingya!

Terkait dengan hal ini, Menlu Retno langsung melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak untuk mendapatkan beberapa informasi terkait dengan kondisi sekarang ini di negara bagian Rakhine. Karena negara bagian ini telah diduduki oleh mayoritas Rohingya.

“Ibu Menlu kemarin sudah berbicara dengan National Security Adviser dari Myanmar, juga telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Bangladesh untuk mendapatkan gambaran informasi situasi di perbatasan. Disampaikan bahwa sekitar 5000 pengungsi telah masuk ke Bangladesh,” ungkap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, di Gedung Kemlu, Rabu (30/8/17).

rohingya
Copyright©Warta kita

Pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan mantan Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan, yang diketahui dipercaya oleh pemerintah Myanmar untuk melaporkan situasi di Rakhine. Dari laporan itu, sejumlah rekomendasi yang secara positif akan diteriman oleh pemerintah Myanmar.

BACA JUGA : Kisruh Rohingya d Myanmar Sempat Menyala Kembali!

“Dari pembahasan seperti itu Menlu mengetahui bahwa memang situasi di sana sangat sulit. Tentunya Indonesia akan terus memberikan bantuan kepada Myanmar untuk bisa menyelesaikan masalah ini,” kata Arrmanatha.

Disisi lain, Wakil Ketua Komisi I DPR, Meutya Hafid telah mengapresiasi upaya pemerintah untuk memberikan dukungan penyelesaikan konflik yang terjadi kepada warga Rohingya. Disamping itu, dirinya juga meminta kepada pemerintah untuk segera medesak Myanmar agar menghentikan segala bentuk kekerasan tersebut.

“Kami juga meminta agar tekanan yang lebih keras diberikan terhadap Myanmar,” ucap Meutya lewat keterangan tertulis, Rabu (30/8/17).

Dia mengatakan kalau pendekatan dapat dilakukan dengan cara melalui organisasi pada tingkat regional atau internasional, seperti halnya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar secepatnya melakukan sidang darurat.

Pihaknya mengusulkan kepada pemerintah untuk melakukan evaluasi hubungan bilateral jika kekerasan yang kepada warga Rohingya tidak kunjung terselesaikan. Karena pihaknya mengkhawatirkan, kalau pembersihan etnis akan berdampak pada stabilitas keamanan kawasan Asia Tenggara.

“Kami tidak ingin aksi kekerasan di Myanmar akan membuat negara-negara ASEAN lain berada kesulitan akibat pengungsi,” kata Meutya.

BACA JUGA : Berita Terkini: Kaum Budha Garis Keras Tentang Rencana KewarganegaraanRohingya!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here