Sejarah Panjang Gempa di Megathrust Mentawai!

0
425
Gempa
Copyright©Republika

Sejarah Panjang Gempa di Megathrust Mentawai!

Indowarta.com – Indonesia merupakan negara yang sering kali dilanda bencana alam salah satunya gempa bumi. Seperti Gempa yang terjadi di daerah Magathrust Mentawai Sumatera Barat yang sering kali diguncang getaran hebat.

Menurut catatan Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika sejak tahun 1900 hingga tahun 2014 di Magathrust Mentawai setidaknya sudah terjadi 16 kali gempa bumi. Selain merusak hunian warga dan sejumlah fasilitas, empat gempa diantaranya menimbulkan gelombag tsunami hebat.

Dalam sejarah mencatatkan jika gempa bumi paling dahsyat di Mentawai terjadi pada tanggal 30 September 2009. Gempa bumi dengan kekuatan 7,2 skala richter (SR) itu menyebabkan 1.100 orang meninggal dunia, 2.181 luka-luka dan lebih dari 2.650 bangunan rusak. Saat kejadian itu juga memutus arus listrik dan jaringan komunikasi.

Mengenai peristiwa ini juga diceritakan oleh Kepala Stasiun Geofisika Kelas I, Rahmat Triyono. ‘Dari sekian banyak gempa yang melanda hanya tahun 2009 yang berdampak besar. Selain memakan korban ribuan jiwa, banyak bangunan pun rusak akibat kejadian ini’ ujarnya saat ditemui di Silaing Bawah, Padang Panjang, pada Jumat, 1 September 2017.

Gempa
Copyright ©liputan6

Rahmat menamambahkan selain kejadian dahsyat tahun 2009, Mentawai juga pernah dilanda gempa bumi pada 28 pril 1979 silam. Meskipun gempa saat itu hanya berkekuatan 5,8 SR, tapi dampak yang diakibatkan sagat signifikan.

Pada Gempa berkekuatan 5,8 SR ini memakan korban diantaran 64 orang meninggal, 9 orang hilang, 193 rumah rusak, 42 jembatan rusak, 138 bendungan beserta irigasi rusak dan 34 ternak mati. Selain dua gempa itu, gempa yang berakibat cukup signifikan lainnya terjadi pada 10 April 2005 karena peristiwa ini mengakibatkan gelombang tsunami setinggi 40 sentimeter di Kota Padang.

Provinsi Sumatera Barat sendiri menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang kerap dilanda bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami. Pasalnya Sumatera Barat dilalui tiga sumber yang menjadi ancaman gempa yakni zona sesar Sumatera, Zona subduksi pertemuan antara lempeng tektonik India-Australia dengan lempeng Eurasia dan Zona sesar Mentawai.

Untuk mengantisipasi Gempa ini BMKG melakukan sejumlah upaya yakni salah satunya dengan memasang sistem deiminasi di 15 wilayah. Selain itu Stasiun Geofisika Padang Panang saat ini juga memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi jika terjadi gempa seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, Telegram dan Email.

baca juga : Berita Terkini: Gempa Sebesar 5 SR Guncang Malang Akibat Pertemuan Dua Lempeng Bertemu!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here