Khotbah di Pondok Gede Jadi Sorotan, Begini Komentar MUI!

0
265
Khotbah di Pondok Gede
Copyright ©suratkabar

Khotbah di Pondok Gede Jadi Sorotan, Begini Komentar MUI!

Indowarta.com – Selain ujaran kebencian sedang menjadi sorotan, kini khotbah Idul Adha di Pondok Gede, Jakarta Timur menjadi bahan perbincangan baru. Isi Khotbah di Pondok Gede itu saat ini menjadi bahan perbincanga karena dianggap mengandung provokasi.

Dengan kabar ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun akan menindak lanjuti jika memang isu Khotbah di Pondok Gede menjadi polemik di masyarakat. Hal ini pun diungkapkan oleh Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat, KH Cholis Nafis.

Dia mengatakan setelah mendapatkan laporan mengenai hal ini pihaknya akan memberi nasehat dan meluruskan isi khotbah tersebut. ‘Kita saat ini akan belum ada laporan dan belum ada yang minta bimbingan. Jika nanti jadi polemik masyarakat serta meminta MUI yang tanda tangani maka akan kami berikan saran serta nasihat guna meluruskan’ ujarnya pada Jumat, 1 September 2017.

Cholis menambahkan jika isi khotbah sendiri seharusnya memberikan ansihat kepada yang mendengarkan supaya mereka tersadarkan. Dalam khotbah sendiri khotib (pemimpin khotbah) tak boleh memaki, menjelekan bahkan merendahkan kelompok lainnya.

Khotbah di Pondok Gede
Copyright ©detiknews

‘Khotbah sendiri bertujuan untuk memberi nasehat supaya masyarakat tersadar. Syarat rukun khotbah yang tercantum dalam islam yakni memuji Allah SWT dan didalamnya ada tausyiah serta bacaan Al Quran, shalwat serta doa. untuk improfisasi pemberian nasihat diserahkan sepenuhnya kepada khotib yang memimpin khotbah’ jelas Cholil.

Sedangkan Khotbah di Pondok Gede sendiri dipermasalahkan karena dianggap mengandung provokasi. Dalam hurtbah itu menyangkutkan Presdien Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.

Menurut Cholis jika ada kritikan yang disampaikan melalui khotbah haruslah bersifat membangun serta tak diperbolehkan menyampaikan sesuatu yang belum pasti atau fitnah. Dia mengatakan mengenai khotbah yang berada di Pondok Gede ini perlu dilihatnya apakah memang ada provokasi atau tidak.

Saya akan lihat apakah ada unsur provokasi atau tidak. Khotbah sendiri yang jelas harus memerhtikan hal-hal yang dapat membina masyarakat untuk megarahkan menuju lebih baik‘ sambungnya.

MUI sendiri tengah membahas mengenai aturan dan kualifikasi seorang yang akan menjadi khatib memimpin khotbah. Hal ini dilakukan supaya kedepannya apa yang terjadi di Pondok Gede ini tak terulang kembali serta tak ada khotbah provokatif.

Sementara itu isi Khotbah di Pondok Gede sendiri mencuat setelah akun Twitter @myusufmusa mengungahnya pada Jumat, 1 September 2017. Dia mengatakan jika isi khotbah itu dianggap provokatif dengan me-mortion Presdien Jokowi dan Menag, Lukman Hakim. Namun khatib yang bernama Khaidir telah meminta maaf jika isi khotbah yang dipimpinnya menyinggung perasaan dan dia mengaku jika isi khotbah yang dibacakannya tak mengandung unsur politik.

baca juga : Markas Solidaritas Menangkan Prabowo Adalah Rumah Eggi Sudjana!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here