Teknologi Rudal Korea Utara Berasal Dari Rusia dan Ukrania?

0
310
Rudal
Copyright ©

Teknologi Rudal Korea Utara Berasal Dari Rusia dan Ukrania?

Indowarta.com – Pada tahun 2011, di Kiev, Ukraina, seorang mahasiswa Sastra Korea dari Taras Shevchenko National University, Denys Antipov sudah mendapatkan tugas tak lazim dari sebuah lembaga yang tidak biasa. Antipov telah diminta oleh Badan Intelijen Ukraina (SBU) pada sebuah misi kontra-intelijen.

BACA JUGA : Korea Utara Tes Bom Hidrogen, Amerika Siap Beri Ancaman Gunakan Nuklir!

Sebelumnya, melalui sebuah operasi perangkap (sting operation). Intel SBU berhasil menangkap dua mata-mata Korea Utara yang akan mecuri teknologi roket dari teknis Ukraina yang bekerja di KB Yuzhnoye Design Office, Kota Dnipropetrovsk, Ukraina.

Antipov diminta untuk menjadi penerjemah dari dua agen mata-mata tersebut. Adanya keterlibatan ini sudah memicu narasi tanda tanya signifikan terkait dengan asal muasal dari teknologi rudal Korea Utara. Demikian seperti dilansir dari Newsweek, Selasa (5/9/17).

Dari laporan Internatioal Institute for Strategic Studies (IISS), firma analis London, Inggris, pada 14 Agustus 2017, perkembangan rudal Korea Utara diduga diperoleh dari roket peninggalan Uni Soviet RD-250 yang diselundupkan dari Rusia atau Ukraina secara ilegal.

Guam
Copyright©klimg

Dugaan tersebut mucul pada saat negara itu melakuakn percobaan peluncuran rudal pada 28 Juli lali. Sekarang ini dugaan hal itu kembali mencuat setelah Negeri di Utara Semenanjung Korea tersebut melakukan pelucuran rudal kembali yang jatuh di perairan timur Jepang.

BACA JUGA : Inilah Penampakan Guam, Pulau Kecil Bidikan Nuklir Korea Utara!

“Ada kemungkinan besar bahwa mesin-mesin itu berasal dari Ukraina, dan mungkin secara ilegal. Pertanyaannya, seberapa banyak orang Ukraina yang membantu Korut dan bagaimana mereka melakukannya. Itu yang saya khawatirkan,” ucap Michael Elleman, salah satu anggota IISS, yang sudah menulis laporan terkait adanya dugaan hubungan antara Ukraina yang sudah memasok teknologi roket ke Korea Utara, dikutip dari The New York Times.

Sedangkan Michael Elleman , dari IISS menjelaskan kalau dugaan itu mucul dari analisis beberapa foto mesin rudal Korea Utara pada September 2016 sampai Maret 2017. Dia menyatakan, kalau rudal milik Korut itu sudah menggunakan mesin canggih dengan bahan bakar cair peninggalan dari Uni Soviet, RD-250.

“Tak pernah ada negara yang mampu melakukan transisi dari kapailitas rudal jarak menengah ke lintas benua dalam waktu yang singkat. Apa penyebabnya? Sederhana, Korea Utara telah berhasil memiliki mesin roket Hugh Performance liquid-propellant engine (LPE) dari negara lain,” kata Elleman

Akan tetapi, Denys Antipov menyangkal skema teori dari Ellemen. Namun mahasiswa ini tidak menyangkal kalau dua mata-mata Korea Utara itu mendapatkan tugas untuk spionase kepada teknologi roket yang berada di KB Yuzhnoye.

BACA JUGA : Dalam Hitungan Hari, Korea Utara Akan Luncurkan Rudal Ke Guam!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here