Kapolri Instruksikan Tangkap Pemesan dan Pemberi Dana Saracen!

0
1289
Tito Karnavian
Copyright©Viva

Kapolri Instruksikan Tangkap Pemesan dan Pemberi Dana Saracen!

Indowarta.com – Kepala Polri Jenderal Pol Tito Karnaian memastikan kalau Polri serius mengusut hingga tuntas kasus penyebaran ujaran kebencian dan SARA oleh kelompok Saracen. Ia mengintruksikan kepada jajaran kepolisian menangkap siapapun pihak yang terlibat tanpa terkecuali.

Ia meminta jajaran kepolisian menangkap siapa saja entah itu yang memesan berita hoax hingga yang mendanai. Selain itu jika ada komplotan yang menyerupai itu juga harus ditangkap.

Tito juga mengatakan kalau tidak boleh ada konten-konten ujaran kebencian, hoax maupun yang menyerang ras, agama atau golongan tertentu, maka dari itu pembuatnya harus ditindak dengan tegas tanpa terkecuali.

Baca Juga Jonru Ginting Bersumpah Kena Adzab Pedih Saat Dituding Terlibat Sindikat Saracen!

Kendati demikian, Tito mengakui tak mudah untuk menelusuri siapa saja yang terlibat dalam aktivitas kelompok Saracen. “Karena mereka mainnya di cyber space. Maka kita melacaknya juga di cyber space, bukannya di lapangan,” ujarnya.

Saracen
Copyright©Hipwee

Sementara itu, sebelumnya Presiden Joko Widodo mengintruksikan Kapolri untuk mengusut tu tas kasus Saracen. Ia menilai kalau kelompok yang telah menyebarkan hoax di jagat maya sangat mengerikan dan harus segera diungpak hingga ke akar-akarnya oleh pihak kepolisian.

Jokowi telah memerintahkan kepada Kapolri untuk mengusut tuntas, bukan hanya Saracen saja, namun juga siapa yang memesan, siapa yang membayar. Hal itu harus diusut tuntas. Dalam kasus ini polisi telah menetapkan empat tersangka, yakni JAS, MFT, SRN, dan AMH.

Tak tanggung-tanggung, kelompok penyebar berita hoax ini menetapkan tarif yang fantastis. Yakni sekitar RP 75 juta hingga 100 juta dalam proposal yang ditwarkan ke sejumlah pihak. Mereka juga bersedia menyebarkan konten ujaran kebencian dan berbau SARA di media sosial sesuai dengan pesanan.

Baca Juga Siapakah yang Pakai Jasa Saracen?

Biaya tersebut meliputi biya pembuatan website sebesar Rp 15 juta, dan membayar sekitar 15 buzzer sebesar Rp 45 juta per bulan. Selain itu ada pula anggaran tersendiri untuk Jasriadi selaku ketua sebesar Rp 10 juta.

Selebihnya digunakan untuk membayar orang-orang yang disebut wartawan. Pra wartwan itu nantiny menulis artikel pesanan yang isinya juga diarahkan pemesan.

Untuk menyebar konten tersebut sindikat ini menggunakan grup FB Saracen News, Saracen Cyber Team, situs Saracennews.com, dan gabungan berbagai grup lain yang menarik minat warganet untuk bergabung.

Baca Juga 3 Jenis Kelompok dalam Jaringan Saracen!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here