Begini Hitung Hitungan Pajak yang Dikeluhkan Oleh Tere Liye!

    0
    323
    Copyright ©aditimpeh

    Begini Hitung Hitungan Pajak yang Dikeluhkan Oleh Tere Liye!

    Indowarta.com – Kali ini kabar datang dari seorang pemulis buku terkenal tanah air yakni Tere Liye. Pria yang gemar menulis buku ini resmi memutus kontrak penerbitan bukunya dengan Gramedia Pustaka Utama dan Republika.

    Tere Liye sendiri sudah menghasilkan sejumlah karya yang banyak dikenal oleh msyaraat tanah air seperti ‘Negeri Para Bedebah’, ‘Burlian’, ‘Rindu’ dan ‘Negeri di Ujung Taduk’. Alasan ia memutus kontrak peneritan bukunya ini karena merasa keberatan dengan pumungutan pajak yang terlalu tinggi.

    Penulis bernama asli Darwis ini pun menjelaskan hitung-hitungan pajak yang harus dibayarkannya. Penulis yang kerap dipanggil Tere ini harus membayar pajak 24 kali lebih tinggi dibandingkan pengusaha mikro kecil dan mikro menengah.

    Maka hal terbut bisa dikatakan Tere Liye harus membayar pajak dua kali lebih besar dibandingkan profesi pekerjaan bebas. Melalui akun facebook pribadinya dia menyebutkan jika penghasilan seorang penulis buku atau royalti dianggap super netto.

    Tere Liye
    Copyright ©tempo

    Menurutnya nilai tersebut tak bisa dikurangi dengan rasio normal Perhitungan Penghasilan Netto serta tak memiliki tarif khusus. Dia mencotohkan seperti pengutan pajak yang dibebankan terhadap penulis dengan royalti Rp 1 miliar bisa mencapai Rp 245 juta.

    ‘Penghasilan satu miliar total pajaknya ialah Ro 245 juta’ tulis akun Facebook Tere pada Selasa malam, 5 September 2017.

    Semakin tinggi nilai pajak yang harus dibayar Tere ini karena mengikuti peratiran tarif progresif pajak. Seperti diketahui angka yang dapat dari perhitungan pajak yakni 5 persen untuk royalti pertama sebesar Rp 50 juta.

    Kemudian sekitar Rp 50 hingga 250 juta dikenakan tarif sebesar Rp 15 persen. Sedangkan untuk penghasilan Rp 250 hingga 300 juta dikenakan tarif 25 persen dan penghasilan Rp 500 juta hingga 1 miliar dikenakan tarif pajak sebesar 25 persen.

    Tere sendiri mengungkapkan jika penulis sendiri juga tak bisa menyembunyikan kewajiban pajak layaknya pengusaha, artis maupun seorang pengacara. Hal tersebut karena pajak yang harus dibayarkan harus dipotong oleh si penerbit langsung dan akan langsung masuk dalam sistem.

    Dengan ini dia mengaku telah memberikan surat kepada Direktur Jenderal Pajak dan badan Ekonomi Kreatif selama setahun terakhir. Namun permintaan diskusi yang diajukan oleh  Tere Liye tersebut nihil alias tak ada hasilnya.

    baca juga : Peserta Gagal Lolos Seleksi CPNS Kemenkumham Bisa Ikut Seleksi Lagi Asal . .

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here