KPK OTT di Bengkulu, Ada Hakim Ditangkap?

0
247
KPK
Copyright ©Jurnas

KPK OTT di Bengkulu, Ada Hakim Ditangkap?

Indowarta.com– Lagi lagil KPK kini telah menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Bengkulu. Dikabarkan bahwa ada seorang hakim yang turut terjerat di dalam OTT yangn dilakukan oleh KPK tersebut. berdasarkan dari informasi yang telah dihimpun, ada beberapa orang yang ditangkap di tempat yang berbeda. Diduga terdapat transaksi yang dilakukan sehingga KPK melakukan penindakan.

BACA JUGA : Ketika Novel Baswedan Bongkar Peran Sekaligus Geliat Brigjen Aris Budiman!

Penangkapan itu disebut telah dilakukan di Bekulu. Hingga saat ini masih belum diketahui mengenai transaksi yang dilakukan berkaitan dengan apa. Sementara itu juru bicara Mahkamah Agung (MA) yakni Suhadi telah mengaku bahwa meminta Badan Pengawasan MA untuk memeriksa informasi yang beredar tersebut.

WAJIB BACA :  KPK Buka Pelelangan Mobil dan Ponsel Hasil Rampasan Kasus Korupsi, Berminat?

Suhadi ketika dimintai konfirmasi pada hari Kamis 7 September 2017 ini telah mengatakan “Saya hubungi Bawas MA untuk mengecek ke sana, apakah ke KPN (Ketua Pengadilan Negeri),”. Walaupun demikian, Suhadi mengaku bahwa dirinya masih belum mendapatan informasi yang utuh. Suhadi menuturkan “Kita belum dapat informasinya, masih simpang siur, kalau ada yang bilang itu (tipikor), tapi ada yang bilang perdata”.

KPK
Copyright©liputan6

Sementara itu pimpinan KPK masih belum memberikan respon mengenai OTT ini. Tidak  hanya itu saja, juru bicara KPK yakni Febri Diansyah ini juga masih belum memberikan respon terkait dengan OTT ini.

BACA JUGA : KPK Lakukan Mediasi Perseteruan Aris Budiman dan Novel Baswedan!

Di sisi lain, KPK telah menegaskan bahwa posisi dari Ketua KPK yakni Agus Rahardjo saat menjabat Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) ini tidak ada hubungannya dengan perkara korupsi E KTP. Justri LKPP telah memberikan rekomendasi agar pengadaan E KTP pada saat itu berlangsung sesuai aturan.

WAJIB BACA :  KPK Buka Pelelangan Mobil dan Ponsel Hasil Rampasan Kasus Korupsi, Berminat?

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan pada hari Rabu 6 September 2017 ini telah mengatakan “Setiap orang bisa saja melapor ada atau tanpa bukti”.

Lalu Febri menambahkan “Bahwa justru LKPP sebelumnya memberikan rekomendasi agar tender dari e-KTP tidak dilakukan seperti hari ini. Jadi bukti-bukti suratnya dan juga fakta-fakta lain sebenarnya juga sudah muncul di persidangan”.

baca juga : 

Aris Budiman Langgar UU KPK?

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here