FB ketahuan Jual Iklan Ke 470 Akun Palsu Milik Rusia!

0
430
Copyright ©Kini

FB ketahuan Jual Iklan Ke 470 Akun Palsu Milik Rusia!

Indowarta.com – Telah terungkap sebuah temuan baru yang menunjukkan keterlibatan pemerintah Rusia terkait dengan pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) pada 2016 lalu telah mencuat. Seperti dilansir pada Jumat (8/9/17), bahwa perusahaan sudah melakukan penjualan iklan dengan total nilai mencapai US$ 100.000 atau sekitar Rp 1,3 miliar.

BACA JUGA : Tulis Status FB Tentang Aung San Suu Kyi dan Megawati Soekarnoputri, Pemuda Ini Dipolisikan!

Hal itu terkait dengan beberapa isu sensitive di masyarakat yang sudah dibeli oleh pihak pemerintah Rusia. Dapat dikatakan, kalau Facebook (FB) secara tak langsung sudah melakukan tindakan penjualan iklan tersebut kepada pihak yang tidak bertanggung jawab, terkait dengan ini adalah beberapa perusahaan Rusia.

“Meski sebagian besar dari 3.000 iklan tersebut tidak mengacu pada kandidat tertentu dalam pemilihan Presiden AS lalu, iklan tersebut lebih berfokus pada masalah sosial, seperti isu ras, kontrol senjata, imigrasi hingga orientasi sosial,” ujar Alex Stamos, Chief Security Officer .

Diketahui sebelumnya, kalau sejumlah iklan tersebut sudah beredar di FB sejak bulan Juni 2015 hingga Mei 2017 . Sudah ada sekitar 270 akun serta 470 laman palsu dari perusahaan Rusia yang ada kaitannya dengan iklan tersebut telah dipaksa ditutup.

FB
Copyright©kilatstorage

Walau Stamos tidak memberikan penjelasan secara detail terkait dengan pelaku yang sudah terlibat, akan tetapi The Washington Post melaporkan, salah satu perwakilan FB sudah mengarahkan penyelidik kengres yang menyatakan kalau sejumlah iklan itu muncul dari troll farm pendukung pemerintah Kremlin.

BACA JUGA : Pengguna Aktif di FB Begitu Mendominasi, BBM Terancam Gulung Tikar!

Sekedar untuk diketahui, kalau troll farm yang dimaksudkan oleh FB itu merupakan sebuah organisasi yang mempekerjakan para anggotanya untuk menciptakan sebuah konflik serta gangguan komunitas online, hal itu dilakukan dengan cara mengunggah komentar mengarah pada unsur provokatif.

Sebagai salah satu saluran informasi yang sekarang ini sudah banyak diakses, ancap sudah mendapatkan sebuah kritikan pedas karena sudah sering menyebarkan beberapa cerita palsu atau hoax yang masih belum pasti.

Sehingga dengan itu, FB akan melakukan sejumlah langkah untuk dapat mengetahui adanya cerita hoax tersebut, hal ini dkan dilakukan berdasarkan kepada jumlah unggahan dengan frekuensi yang sangat tinggi.

“Kami sadar dan harus waspada dalam menghadapi pihak-pihak yang mencoba menyalahgunakan platform Facebook,” kata Stamos.

baca juga : Benarkah Postingan Jonru Ginting di FB, Termasuk Hate Speech?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here