13 Tahun Kasus Munir, Belum Juga Terungkap!

0
245
Munir
Copyright©tmpo

13 Tahun Kasus Munir, Belum Juga Terungkap!

Indowarta.com– Tanggal 7 September 2017 ini telah menandai 13 tahun pembunuhan atas pejuang HAM Munir Said Thalib. Siapa aktor intelektual pembunuhan Munir belum juga terungkap hingga saat ini.

BACA JUGA : Ketika Novel Baswedan Bongkar Peran Sekaligus Geliat Brigjen Aris Budiman!

Pernyataan bersama LBH-LBH di Indonesia seperti disampaikan Muhamad Isnur, Ketua Advokasi YLBHI pada hari Kamis 7 September 2017 ini telah menyebutkan “Tiga belas tahun sudah kasus ini dibiarkan tanpa terungkap siapa aktor intelektual dari pembunuhan, bahkan terjadi upaya sistemik menghalang-halangi dibukanya kebenaran”.

Isnur pun telah mengatakan bahwa LBH Indonesia ini menagih janji dari Jokowi JK yang telah tertuang di dalam Nawacita Poin 4 yang mengandung kalimat “penghormatan HAM dan penyelesaian secara berkeadilan terhadap kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu”.

Munir
Copyright©republika

Isnur mengatakan “Walaupun sudah ada proses hukum yang mengadili pelaku, akhirnya Pollycarpus dibebaskan bersyarat di tengah kritik masyarakat sipil terhadap proses peradilan yang dianggap tidak berpihak kepada korban”.

BACA JUGA : KPK Lakukan Mediasi Perseteruan Aris Budiman dan Novel Baswedan!

Tidak hanya itu saja, Isnur telah menggarisbawahi mengenai persoalan naskah asli temuan dari TPF yang dinyatakan hilang oleh pemerintah. Ini dianggap sebagai indikasi jelas bahwa negara memanglah tidak mau mengungkap kebenaran dan juga tidak mampu memenuhi hak keluarga Munir atas kebenaran dan juga pemulihan sebagaimana diisyaratkan di dalam  undang-undang bagi korban pelanggaran hak asasi manusia. Undang-Undang No 12 Tahun 2006 Pasal 2 ayat 3 menjamin adanya pemulihan bagi korban, di antaranya melalui mekanisme yudisial, dan mewajibkan negara menyediakan serta menjamin pelaksanaan dari pemulihan tersebut.

Pembunuhan Munir ini telah dianggap sebagai serangan terhadap demokrasi di mana seharusnya kritik terhadap pemerintah tidak dibungkam. Secara khusus pembunuhan Munir ini juga merupakan serangan dan jgua ancaman bagi para pembela HAM.

Isnur mengatakan “Harus disadari bahwa ada ketakutan di masyarakat, kalau ada seseorang yang vokal seperti Munir akan menghadapi ancaman dibungkam, bahkan dibunuh”. Lalu Isnur menambahkan

Arip Yogiawan, Ketua Kampanye & Jaringan YLBHI telah mengatakan “Selama kasus Munir tidak diungkap, Indonesia akan terus memiliki catatan hitam. Bahwa pernah ada pembela HAM yang dibunuh dan kasusnya belum mendapatkan keadilan. Pemerintah tidak lagi pantas mengaku berkomitmen menyelesaikan pelanggaran HAM masa lalu”.

baca juga : 

KPK OTT di Bengkulu, Ada Hakim Ditangkap?

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here