FPI Surabaya Kecewa Atas Penangkapan Kembali Alfian Tanjung!

0
284
Alfian Tanjung
Copyright©Jurnalmuslim

FPI Surabaya Kecewa Atas Penangkapan Kembali Alfian Tanjung!

Indowarta.com – Kali ini nampaknya Alfian Tanjung harus menyimpan keinginanya untuk menghirup udara bebas. Pasalnya baru dua langkah keluar daru Rumah Tahanan (Rutan) Medaeng, Sidoarjo terpidana kasus ujaran kebencian ini harus kembali ditangkap oleh polisi.

Terlihat Alfian Tanjung dijemput kembali oleh tim penyidik Ditkrimsus Polda Jatim. Pria ini dijemput di rutan Medaeng dimana ia ditahan tepatnya Rabu malam, 6 September 2017 dan dibawaa ke Mapolda Jatim terlebih dahulu sebelum ke Mapolda Metro Jaya.

Terkait hal ini puluhan anggota Front Pembela Islam (FPI) Surabaya yang bersiap menyambut kebebasan Alfian pun harus merasa kecewa. Dari informasi yang diapat kembali ditahannya Alfian ini karena perintah langsung dari Polda Metro Jaya.

Diketahui jika Alfian Tanjung sendiri sebelumnya menghuni Rutan kelas 1 Medaeng karena dianggap terlibat kasus ujaran kebencian. Dia dianggap telah menebarkan kebencian dalam ceramahnya di Masjid Mujahidin Surabaya bebrapa waktu lalu.

Ustadz Alfian Tanjung
Copyright©voa-islam

Setelah dilakukan penangkapan kembali ini, Alfian langsung dibawa ke Jakarta dan ditempatkan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok pada Kamis dini hari, & September 2017. Dia dan kuasa hukumnya dibuat kebingungan dengan penangkapan kembali ini.

Kuasa hukum Alfian, Sulistyawati mengatakan jika dirinya bingung apa yang harus dilakukan. Pasalnya dia tak diizinkan bertemu dengan kliennya karena belum mendapat persetujuan dari Tim Penyidik Polda Metro Jaya.

Menurut Sulistyawati upaya hukum akan tetap dilakukan pihaknya terkait ditahannya kembali kliennya ini. Pihaknya mengungkapkan jika salah satu upaya hukum yang akan dilakukan yakni dengan mengajukan praperadilan. Pelaporan akan ditujukan ke pengawas intel seprti halnya Irwsum, Propam karena hal ini dianggap pelanggaran prosedur.

Sementara itu seperti diketahui jika Alfian ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus ujaran kebencian pada bulan Mei 2017 lalu. Dia dianggap menyebarkan ujaran kebencian setelah menyebut kader PDI Perjuangan dan orang dekat Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan kader Partai Komunis Indonesia (PKI).

Ketika itu melalui akun Twitter miliknya Alfin menuliskan sebanyak 85 persen kader PDI perjuangan merupakan kader PKI. Pernyataan itulah yang membuat heboh publik dan Alfain pun dianggap menebarkan ujaran kebencian.

Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari Polda Metro Jaya terkait ditangkapnya kembali Alfian Tanjung. Pihak Polda Metro Jaya sejauh ini sudah melengkapi sejumlah berkas yang diminta oleh jaksa penuntut umum.

baca juga : Alfian Tanjung Dijemput Penyidik Polda Jatim!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here