Begini Kronologis Kematian Bayi Debora Versi Rumah Sakit!

0
618
Bayi Debora
Copyright©sebarr

Begini Kronologis Kematian Bayi Debora Versi Rumah Sakit!

Indowarta.com– Rumah Sakit Mitra Keluarga Kali Deres ini telah mengklarifikasi berita mengenai kematian dari Tiara Debora Simanjorang yang merupakan bayi berusia empat bulan yang telah diduga meninggal dunia karena telat mendapatkan perawatan.

BACA JUGA : Siapa itu Etnis Rohingnya dan Fakta Mengejutkan yang Musti Kamu Ketahui!

Berdasarkan dari keterangan pers yang telah diperoleh oleh awak media pada hari Sabtu 9 September 2017 ini telah menyebutkan bahwa tenaga medis dari Mitra Keluarga telah memberikan pertolngan kepada Bayi Debora yang telah dibawa orang tuanya dalam keadaan tidak sadarkan diri dan juga dengan kondisi tubuh yang nampak sudah membiru.

Mitra Keluarga dalam keterangan persnya telah menyebutkan “Pasien (Deborah Simanjorang yang terdaftar sebagai Tiara Deborah) berumur empat bulan, berat badan 3,2 kilogram datang ke IGD Mitra Keluarga Kalideres pada 3 September 2017 pukul 03.40 WIB dalam keadaan tidak sadar dan kondisi tumuh tampak membiru”.

Bayi Debora

Di dalam pemeriksaan medis, dokter telah berhasil mendapati bahwa terdapat masalah pernafasan pada bayi Debora. Saturasi oksigen Bayi Debora, nafasnya berat dan juga berdahak. Frekuensi denyut nadi Bayi Debora ini terhitung 60 kali per menit dengan suhu badan yang sudah mencapai 39 derajat celcius.

Setelah itu dokter pun telah memutuskan untuk melakukan tindakan penyelamatan nyawa dengan cara menyedot lendir, memasang selang ke organ lambung dan intubasi (pemasangan selang nafas). Tidak hanya itu saja, dokter juga telah melakukan pemompaan oksiden dengan menggunakan tangan melalui selang nafas, infus, obat suntikan, dan juga memberikan pengencer dahan atau nebulizer.

Setelah tindakan intubasi tersebut, kondisi dari Bayi Debora ini telah dinyatakan sudah membaik. Kebiruan yang dialami oleh bayi Debora ini sudah berkurang, saturasi oksigen juga sudah membaik, walaupun dokter masih menyatakan bahwa kondisi dari bayi Debora ini masih kritis. Setelah itu dokter pun telah memberikan anjuran kepada orang tua bayi Debora agar penanganan dilakukan di ruang Intensive Care Unit (ICU).

BACA JUGA : Ini Dia Sosok Jenderal Myanmar yang Paling Bertanggung Jawab Atas Pembantaian Etnis Rohingya!

Ibu Debora kemudian mengurus keperluan administrasi. Namun, mengetahui biaya uang muka perawatan di ruang Pedriatic Intensive Care Unit (PICU) yang mencapai Rp 19.800.000, ibu Debora mengajukan keringanan untuk membayar sebesar Rp 5.000.000 kepada petugas administrasi.

Pihak Mitra Keluarga menolak permohonan dari ibu Debora. Kemudian, dari hasil pembicaraan dengan dokter, Mitra Keluarga menawarkan rujukan terhadap Debora ke rumah sakit yang bekerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Ibu Debora pun setuju. Dokter kemudian membuat surat rujukan dan pihak Mitra Keluarga mencoba menghubungi sejumlah rumah sakit mitra BPJS.

Setelah bersusah payah, keluarga akhirnya mendapatkan rumah sakit rujukan untuk Debora pada pukul 09.15 WIB. Dalam prosesnya kemudian dokter rumah sakit tersebut menghubungi dokter Mitra Keluarga yang menangani Debora untuk menanyakan kondisi Debora. Ditengah komunikasi itu, perawat yang mengawasi Debora melaporkan bahwa kondisi Debora tiba-tiba memburuk

Dokter pun segera melakukan pertolongan terahadap bayi Debora. Setelah melakukan resusitasi jantung paru selama kurang lebih 20 menit, bayi Debora akhirnya telah dinyatakan meninggal dunia. Selain itu Dokter juga telah mengatakan bahwa Bayi Debora ini memiliki riwayat penyakit jantung bawaan (PDA) dan juga keadaan gizi yang kurang baik.

baca juga : 

Aksi Bela Rohingya, Dari Salat Jumat, Shalat Gaib Sampai Orasi!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here