Terkait Kasus Bayi Debora, Kenapa Banyak Rumah Sakit Belum Kerjasama dengan BPJS Kesehatan?

0
814
Bayi Debora
Copyright©sebarr

Terkait Kasus Bayi Debora, Kenapa Banyak Rumah Sakit Belum Kerjasama dengan BPJS Kesehatan?

Indowarta.com – Dinas Kesehatan DKI Jakarta merencanakan akan memanggil pihak menejemen Rumah Sakit Mitra Keluarga pada hari ini, Senin (11/9/17). Hal tersebut terkait dengan kematian bayi Debora yang diduga telat mendapatkan penanganan medis.

BACA JUGA : Komentar KPAI Soal Tragedi Bayi Debora!

Diketahui sebelumnya, bayi Debora yang masih berusia empat bulan mengalami sesak nafas, kemudian orang tuanya memutuskan untuk membawa buah hatinya ke IGD Mitra Keluarga Kalideres pada Minggu (03/09/17).

Saat itu, bayi Debora ditangani oleh pihak rumah sakit untuk mengeluarkan lendir serta mengencerkan dahaknya. Akan tetapi, nyawanya sudah tidak dapat tertolong lagi. Ibu Debora, Henny mengatakan, kalau anaknya meninggal setelah pihak rumah sakit menolak untuk memasukkanya ke PICU (Pediatric Intensive Care Unit), penolakan dilakukan lantaran uang muka yang masih kurang.

Namun melalui situsnya, pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres telah merilis pers, dalam hal itu mereka menepis adanya tuduhan kalau pihaknya sudah menolak untuk memasukkan bayi Debora ke ICU. Akan tetapi, rumah sakit ini menyatakan, kalau ibu bayi tersebut yang menolak untuk dimasukkan dalam ICU karena kekurangan biaya.

Bayi Debora
Copyright ©dok. Ibunda Debora

Terkait dengan hal ini, Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia Marius Wijayarta menjelaskan, bagaimanapun kondisinya, pihak rumah sakit harus tetap memberikan pelayanan optimal kepada para pasien khususnya dalam keadaan kritis.

BACA JUGA : Begini Kronologis Kematian Bayi Debora Versi Rumah Sakit!

“UU Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit disebutkan wajib melaksanakan pelayanan gawat darurat sesuai dengan kemampuan dia. Kalau tidak mampu artinya harus dirujuk. Tapi kan dia sudah punya PICU di situ jadi tidak usah menanyakan biaya, itu kewajiban”, ujar Marius.

“Kan mendirikan rumah sakit biarpun itu Perusahaan Terbatas, itu berbeda kalau mendirikan pabrik, supermarket, hotel, tidak ada fungsi sosial. Rumah sakit itu ada fungsi sosialnya,” sambungnya.

Adanya insiden kematian bayi Debora ini sudah membuktikan kalau masih banyak rumah sakit swasta yang belum bergabung dengan pihak BPJS. Seperti halnya Mitra Keluarga yang juga tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Dia menilai, hal ini terjadi karena adanya anggapan kalau sistem penghitungan biaya BPJS sudah dianggap tidak memenuhi beban dari rumah sakit tersebut, khususnya kepada rumah sakit swasta yang masih banyak belum melakukan kerja sama.

“Kalau sekarang kan bukan dasarnya evident-based. Tapi dari atas-ke-bawah (top-down) karena menggunakan sistem INA-CBG’s,” kata Marius.

BACA JUGA : Karena Kasus Bayi Debora, Rumah Sakit AKan Dikenai Sanksi Sosial!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here