Heboh Soal Kelelawar Raksasa di Aceh, Ini Dugaanya!

0
359
Kelalawar
Copyright ©sciencemag

Heboh Soal Kelelawar Raksasa di Aceh, Ini Dugaanya!

Indowarta.com – Sebagian penduduk Aceh Besar mengaku menemukan seekor kelalawar raksasa, atau memiliki ukuran lebih besar dari pada umumnya. Kemudian peneliti datang untuk mengungkap hal tersebut. Hasil hipotesis sementara menyatakan kalau kelalawar ini masuk dalam jenis vampire.

BACA JUGA : Heboh Video Youtube Hot Pasangan Sejenis Di Grebek Warga di Aceh!

Informasi terkait kelalawar itu muncul di Desa Lamteuba pada Juli 2017 lalu. Natural Aceh telah memulai penelitian pada September dan sampai sekarang ini masih terus berjalan. Sedangkan lokasi yang digunakan untuk menemukan kelalawar raksasa Aceh ini adalah di Pegunungan Lemteuba Aceh Besar.

“Perkiraan kita itu jenis vampyrus,” ujar Ketua Natural Aceh, Zainal Abidin Suarja, Minggu (10/8/2017).

Pteropus vampyrus merupakan jenis kelalaran raksasa atau kalong dan merupakan hewan yang aktif di malam hari. Walau dikenal dengan nama ‘vampir’ yang senang menghisap darah, namun kelalawar raksasa di Aceh ini merupakan hewan herbivora yang hanya memakan buah-buahan.

“Dari penjelasan warga, rentang sayapnya hampir mencapai 2 meter, yakni sekitar 1,5 meter sampai 1,7 meter,” ucap Zainal.

Beberapa warga telah menemukan kelalawar tersebut pada bulan lalu dan kemudian mereka memutuskan untuk menenggelamkannya ke sungai. Oleh karena itu, sampai sekarang ini pihak peneliti masih mencari tahu keberadaan kelalawar rakasas Aceh tersebut.

Kelalawar,
Copyright ©Natural Aceh

Penelitian tersebut sangat penting, menurut Zainal, karena sekarang ini kelalawar raksasa di Aceh yang masuk dalam jenis vampir itu sangat perlu diperhatikan. “Secara umum, genus kelelawar ini saat ini terancam punah,” ungkapnya.

BACA JUGA : Hujan Misterius di Tebet Layaknya Kejadian di Afrika Ini!

Memang sejumlah masyarakat yang berada di Sumatra juga Aceh masih sesekali menjumpai kelalawar tersebut. Di Desa Lamteuba, warga mengatakan kalau masih melihat segerombolan kelalawar raksasa Aceh itu berada di pohon kipas dan beberapa pohon besar tua lainnya.

Sekarang ini mereka sangat perlu diperhatikan dan harus segera diselamatkan sebelum memang benar-benar akan musnah. “Status kehidupan mereka sangat bergantung pada makanannya,” kata Zainal.

Adanya perluasan perkebunan dan pemukiman manusia membuat habitat kelalawar raksasa Aceh ini terancam. Bahkan ada anggapan dari beberapa warga kalau hewan ini adalah hama, tidak jarang juga mereka menjadi hewan buruan.,

“Di ekosistem hutan dan desa, kelelawar memainkan peran lebih banyak pada proses penyerbukan tumbuhan. Bisa dipastikan jika mereka tidak ada, maka tanaman-tanaman tidak akan berbuah. Penyerbukan dan hasil panen tanaman di daerah tersebut akan berkurang,” kata Zainal.

BACA JUGA : Cerita Mistis dibalik Kemunculan Suku Mante di Aceh yang Masih Jadi Misteri!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here