Bayi Debora: Pasien Gawat Darurat Dapat Dilayani Tanpa Uang Muka!

0
820
Bayi Debora
Copyright©sebarr

Bayi Debora: Pasien Gawat Darurat Dapat Dilayani Tanpa Uang Muka!

Indowarta.com– Pelayanan rumah sakit tidak lepas dari penanganan gawat darurat seperti kasus yang telah menimpa Bayi Debora. Sang bayi mungil ini yang masih berusia 4 bulan ini telah dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Keluarga, Kalideres, Jakarta pada tanggal 3 September 2017 pada pukul 03.40 WIB.

BACA JUGA : Komentar KPAI Soal Tragedi Bayi Debora!

Namun bayi Debora ini akhirnya telah meninggal karena telah diduga terlambat ditangani secara medis. Hal ini juga telah terjadi karena ibu Bayi Debora ini telah menyatakan keberatannya mengingat kondisi keuangan mereka pada saat itu. Pernyataan tersebut telah tertulis di dalam klarifikasi dari pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres pada hari Jumat 8 September 2017.

Ibu pasien mengurus di bagian administrasi, dan dijelaskan oleh petugas tentang biaya rawat inap ruang khusus ICU, tetapi ibu pasien menyatakan keberatan mengingat kondisi keuangan.

Bayi Debora
Copyright©tribunmedan

Menganai penanganan pasien yang masuk di dalam IGD, Staf Ahli Direksi Bidang Komunikasi dan Partisipasi BPJS Kesehatan yakni Irfan Humaidi ini telah memberikan tanggapannya. Irfan pada hari Senin 11 September 2017 ini telah mengatakan “Setiap pasien yang masuk IGD, pihak rumah sakit wajib melayani pasien hingga tuntas. Aturan pelayanan ini juga sudah tercantum dalam UU Rumah Sakit No 44 Tahun 2009 soal penanganan pasien yang gawat darurat,”.

BACA JUGA : Begini Kronologis Kematian Bayi Debora Versi Rumah Sakit!

Terkait dengan pembicaraan mengenai biaya pengobatan, pasien yang dalam kondisi sangatlah kritis bisa dilayani tanpa uang muka. Irfan mengatakan bahwa penanganan pasien yang masu ke dalam IGD ini harus tetap dutamakan. Pertimbangan soal pasien apaah akan dirujuk ke rumah sakit yang berkerja sama dengan BPJS kesehatan, itu bisa ditindaklanjuti.

Setelah itu bagaimana sanksi yang dikenakan jika pihak rumah sakit ini terbukti tidak menangani secara baik pasien gawa darurat? Dilansir dari Hukum Online, apalagi rumah sakit telah melanggar kewajiban menangani pasien gawa darurat, maka rumah sakit tersebut telah dikenakan sanksi yang termaktub di dalam pasal 29 ayat 2 UU Rumah Sait No.44 tahun 2009 yakni :

  1. Teguran
  2. Teguran tertulis, atau
  3. Denda dan pencabutan izin Rumah Sakit.

baca juga : 

Terkait Kasus Bayi Debora, Kenapa Banyak Rumah Sakit Belum Kerjasama dengan BPJS Kesehatan?

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here