Ketika Curhatan Tere Liye di FB Dibalas Oleh Sri Mulyani!

0
533
Tere Liye
Copyright ©sindonews

Ketika Curhatan Tere Liye di FB Dibalas Oleh Sri Mulyani!

Indowarta.com – Beberapa waktu lalu curhatan seorang penulis novel, Tere Liye tengah menjadi perbincangan publik. Kali ini Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengaku terheyak mendengar keputusan Tere yang memilih berhenti menulis novel karena terbebani dengan tingginya pajak.

Sri Mulyani pun mencurahkan isi hatinya mengenai Tere Liye melaui akun FB miliknya dengan judul ‘Tentang tere Liye’. ‘Menurut saya buku merupakan sahabat sejati saya. Dia menemani saya dimana saja dan kapan saja tanpa protes mulai dari di mobil, waktu antre di dokter gigi, ketika mau nikmati ‘me time’ maupun menjelang tidur. Membaca buku selalu mampu memberikan prespektif lain mengenai hidup dan kehidupan’ tulisnya pada Senin, 11 September 2017.

WAJIB BACA :  Tak Terima Habib Rizieq Shihab Dihina, Murid Polisikan Akun FB Ini!

Dalam tulisanya tersebut dia bermaksud mengatakan jika buku yang bagus bukan ditulis begitu saja. Dalam buku tersebut dituangkan imajinasi serta dikombinasikan dengan riset, data hingga survey berkunjung ke lapangan sehingga terangkailah kata menjadi sebuah cerita serta diakhiri dengan pesan.

Selain itu menurutnya ada usaha dan jerih payah dibalik tulisan buku serta membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk menjadikannya sebuah buku. Perempuan ini mengatakan jika dirinya merasa terheyak ketika membaca berita bahwa seorang Tere Liye memutuskan akan berhenti menerbitkan buku karena masalah perpajakan.

Tere Liye
Copyright ©sindonews

Hal ini pun menurutnya menyangkut perpajakan atas royalti yang dietrima dari buku yang ditulis oleh Tere. Kebijakan perpajakan sendiri diatur dalam UU yang kemudian dirturunkan oleh Pemerintah, Peraturan Menteri Keuangan dan atau Peraturan Dirjen Pajak. Meskipun begitu ada bagian kebijakan UU yang ditetapkan tidak bisa dirubah serta merta oleh Dirjen Pajak, Menteri maupun Presiden.

WAJIB BACA :  FB Messenger Dukung Foto dengan Resolsusi Tinggi!

Sejumah kebijakan yang tidak bisa diubah itu diantaranya tarif pajak penghasilan (PPh) dan penjejangan tarif (progresivitas) PPh perorangan. Sedangkan kebijakan yang dapat diubah oleh Menteri dan Dirjen Pajak yakni besarannya Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) bagi wajib pajak orang pribadi itupun setelah dikonsultasikan dengan DPR.

‘Pada saat tere Liye mengaharapkan agar selama perhitungan pajaknya dapat memperhitungkan upah jerih payah dan biaya yang dikeluarkan selama proses penulisan, Kementrian dan Dirjen Pajak telah mengakomodasi dengan kebijakan jika biaya tersebut dapat dikurangkan melalui penggunaan norma’ sambung Sri Mulyani.

Sri Mulyani menambahkan jika norma merupakan satu kemudahan yang diberikan kepada wajib pajak yang tidak menyelenggarakan pembukuan. Sedangkan keluhan Tere Liye mengenai adanya biaya dalam pembuatan sebuah buku telah tercermin melalui tersedianya meknisme norma perhitungan bagi penulis ini.

WAJIB BACA :  FB Messenger Dukung Foto dengan Resolsusi Tinggi!

Menuurtnya Tere memahami kebijakan ini karena dia merupakan seorang penulis yang harus dan sangat paham mengenai seluk beluk perpajakan. Bagi profesi penulis perhitunagn normanya 50 persen dari perhitugannya sebagai penulis artinya biaya menghasilkan buku bagi seorang penulis dianggap sebesar 50 persen dari penghasilan. Artinya penghasilan selama satu tahun dikalikan dengan 50 persen sehingga diperoleh penghasilan netto.

baca juga : Begini Hitung Hitungan Pajak yang Dikeluhkan Oleh Tere Liye!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here