Usai Pengobatan Kanker Serviks, Bisakah Memiliki Anak?

0
546
vaksin kanker serviks
Copyright©hariannasional

Usai Pengobatan Kanker Serviks, Bisakah Memiliki Anak?

Indowarta.com– Para wanita yagn telah didiagnosis sudah mengidap kanker serviks ini pada umumnya akan merasa khawatir bahwa dirinya tidak akan bisa lagi memiliki keturunan. Sebenarnya yang menjadi penyebab dari kanker serviks ini adalah virus human papilloma atau human papillomavirus (HPV) tidak memiliki dampak langsung pada kesuburan.

BACA JUGA : Lebih Dari 90 Persen Orang Mengabaikan Gejala Kanker Ini!

Namun virus HPV ini akan meningkatkan resiko seseorang menderita kanker serviks yang akan bisa mempengaruhi kesubuhan dan kehamilan. Tidak hanya itu saja, efek yang ditimbulkan dari pengobatan kanker serviks ini merupakan salah satu alasan yang lebih memungkinkan akan terjadinya kemandulan.

Tidak hanya akan mematikan sel kaner saja, pengobatan dari kanker serviks ini juga akan menimbulkan resiko pengaruh pada kemampuan wanita di dalam memiliki keturunan. Untuk kasus yang masih belum terbilang parah, kanker serviks ini akan bisa ditangani dengan cara operasi trakelektomi radikal (radical trachelectomy) yakni pengangkatan leher rahim. Pada tindakan ini, rahim dan juga ovarium ini akan dibiarkan sehingga akan memungkinkan wanita untuk hamil di masa yang akan datang.

Kanker Serviks
Copyright ©okezone

Lalu pada stadium yang lebih lanjut lagi, penanganan kanker serviks ini pada umumnya dilakukan dengan histerektomi ataupun pengangkatan rahum. Sebagai konsekuensinya, histerektomi ini akan bisa membuat wanita tidak bisa mengandung lagi.

Ada juga pilihan pengobatan lain yakni dengan cara radioterapi dan juga kemoterapi untuk bisa mematikan sel kanker. Namun juga sangat disayangkan bahwa radioterapi yang dilakukan ini fokus pada daerah panggula diketahui telah memiliki potensi merusak sel telur dan ovarium. Namun untuk menghindari kerusakan pada ovarium, dokter mungkin akan memindahkan ovarium dari sekitar area yang harus dilakukan radiasi untuk sementara ini.

BACA JUGA : Cara Baru Membasmi Kanker Tanpa Tersisa dan Patut diuji!

Kerusakan pada sel telur dan juga ovarium ini akan bisa berangsur-angsur membaik setelah perawatan kanker diberhentikan. Namun tidak menutup kemungkinan juga akan mengalami kelahiran prematur. Resiko yang lainnya adalah keguguran  akibat dari bekas luka dan juga berkurangnya aliran darah ke rahum. Untuk obat kemoterapi sendiri juga akan berpontensi untuk merusak sel telur di dalam ovarium sehingga resiko keguguran ini akan menjadi lebih tinggi lagi.

baca juga : 

Rajin Cuci Tangan Bisa Mencegah Kanker Serviks Lho!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here