Kemenkes Sebut Rumah Sakit Wajib Layani Pasien Tanpa Pertimbangkan Biaya!

0
186
Kemenkes
Copyright ©nasional

Kemenkes Sebut Rumah Sakit Wajib Layani Pasien Tanpa Pertimbangkan Biaya!

Indowarta.com – Kali ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angkat bicara terkait dengan sejumlah rumah sakit yang mengutamakan biaya terlebih dahulu dari pada memberikan pelayanan. Melalui Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI, drg, Oscar Primadi, MPH mengatakan jika pelayanan menjadi hal utama di rumah sakit.

Dia menegaskan jika rumah sakit (RS) wajib melayani pasien dengan kondisi gawat darurat tanpa memprtimbangkan biaya ataupun jaminan kesehatan pasien. Oscar menyampaikan melalui keterangan tertulisnya jika pasein peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ataupun BPJS Kesehatan bisa memperleh pelayanan saat kondisi gawat darurat di RS yang belum bekerjsama dengan BPJSK dan tidak akan dikenakan biaya.

Mengeanai hal ini juga diatur dalam UU Nomor 44 Tahun 2009 Rumah Sakit dan UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dalam peraturan Undang-Undang tersebut mewajibkan rumah sakit untuk mengutamakan penyelamatan nyawa pasien dan tak boleh meminta uang muka.

‘Bagi rumah sakit yang belum atau tidak bekerjasama dengan BPJS Kesehatan wajib memberikan pelayanan daruat kepada pasien yang membutuhkan dan pasien tak boleh ditagih biaya’ ujarnya.

Kemenkes
Copyright ©panduan BPJS

Oscar sendiri menegaskan jika mendapati kelainan di rumah sakit maka pemerintah akan memberikan sanksi teguran lisan, tertulis hingga pencabutan izin kepada RS. Sanksi itu sendiri akan diberikan setelah dilakukan penelusuran mendalam atas kejadian atau dapat dilakukan dengan audit medis.

Kemenkes pun telah meminta Dinas Kesehatan Badan Pengawas Rumah Sakit (BPRS) Provinsi DKI Jakarta untuk menelusuri serta mengidentifikasi kejadian rumah sakit serta keluarga pasien. Pemeriksaan akan dilakukan mulai dari penyelenggara layanan apakah sesuai dengan ketentuan dan standart akreditasi.

Pihak rumah sakit juga harus mengkonfirmasi tarif pelayanan mulai dari tarif NICU dan PICU dan apalagi diminta konfirmasi oleh keluarga pasien. Dari keterangan tertulis dikatakan jika pihak RS telah melakukan penanganan kondisi gawat darurat untuk menyelamatkan nyawa pasien.

Namun meskipun demikian masih muncul pertanyaan mengenai bagaimana cara penanganan sebenarnya pasien di rumah sakit dan langkah selanjutnya. Kemenkes sendiri saat ini tengah menantikan dari Dinas Kesehatan Jakarta dan BPRS mengenai kejadian ini.

Sementara itu Kementerian Kesehatan juga meyampaikan bela sungkawa dan menyesalkan atas kejadian yang menimpa sorang bayi berinisial D (4 bulan). Bayi tersebut meninggal karena tak mendapatkan penanganan gawat darurat di IGD rumah sakit Kalideres, Bekasi, Jawa Barat.

baca juga : Karena Kasus Bayi Debora, Rumah Sakit Akan Dikenai Sanksi Sosial!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here