Polisi Tetap Selidiki Kasus Bayi Debora Meski Keluarga Tak Lapor!

0
380
Bayi Debora
Copyright©tribunmedan

Polisi Tetap Selidiki Kasus Bayi Debora Meski Keluarga Tak Lapor!

Indowarta.com– Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya kini tengah menyelidiki kasus kematian bayi Debora di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kalideres, Jakarta Barat. Kepolisian kini tengah menyelidiki kasus ini karena ada dugaan tindak pidana meskipun keluarga dari Bayi Debora ini tidak melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

BACA JUGA : Komentar KPAI Soal Tragedi Bayi Debora!

Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya yakni Kombes Adi Deriyan Jayamarta ini telah menyatakan bahwa polisi memiliki wewenang untuk menyelidiki kasus sekalipun itu tidak ada laporan dari masyarakat. Caranya adalah dengan cara membuat laporan model A atau laporan yang telah dibuat oleh kepolisian sendiri.

Adi pada saat dikonfirmasi di Jakarta pada hari Senin 11 September 2017 ini telah mengatakan bahwa itu yang membuat laporan adalah pihak dari kepolisian atas dasar dari informasi yang beredar di masyarakat.

Bayi Debora
Copyright ©dok. Ibunda Debora

Selain itu Adi juga telah menjelaskan bahwa pihaknya ini telah menemukan unsur adanya tindak pidana di dalam kasus meninggal dunianya Bayi Debora sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Tenaga medis wajib memberikan pertolongan atau tindakan kepada pasien yang kondisinya kritis.

BACA JUGA : Begini Kronologis Kematian Bayi Debora Versi Rumah Sakit!

Adi mengatakan “Kami melihatnya berdasarkan dari hasil laporan dari kepolisian tersebut, bahwa ada informasi yang beredar di masyarakat, kemudian rumah sakit tidak memberikan layanan kepada pihak korban”.

Di dalam waktu yagn dekat ini, kepolisian akan memanggil pihak yang terkait dengan kasus meninggalnya Bayi Debora. Namun Adi masih enggan untuk memberi tahu kapan akan memeriksa mereka yang terkait tersebut. Adi mengatakan “Oh iya pasti (segera periksa pihak-pihak terkait),”.

Bayi Debora ini telah dilarikan ke Rumah Sakti Mitra Keuarga, Kalideres, Jakarta Barat pada hari Minggu 3 September 2017 kurang lebih pada pukul 03.00 WIB karena mendadak mengalami sesak nafas. Setelah tiba di Rumah Sakit Mitra Keluarga, sang bayi langsung ditangani dokter di UGD. Dokter menyarankan bayi Debora masuk Perinatology Intensive Care Unit (PICU). Adapun, biaya PICU Rp 19,8 juta dan harus membayar uang muka 50 persen.

Orangtua sang bayi hanya memiliki sisa uang Rp 5 juta, setelah membayar administrasi, pengambilan darah, dan prosedur lainnya Rp 2 juta. Orangtua bayi Debora berusaha meyakinkan rumah sakit agar menerima sisa uang tersebut sebagai jaminan, sementara sisanya dibayar menyusul.

Namun, RS Mitra Keluarga tetap menolak. Ketika orangtua tengah mencari dana dan rumah sakit lain yang menerima BPJS dengan fasilitas PICU, nyawa bayi Debora tak tertolong dan meninggal dunia.

baca juga : 

Bayi Debora: Pasien Gawat Darurat Dapat Dilayani Tanpa Uang Muka!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here