Penghina Ibu Negara ‘Iriana Jokowi’ Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara!

0
340
Ujaran Kebencian
Copyright©tribunnews

Penghina Ibu Negara ‘Iriana Jokowi’ Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara!

Indowarta.com– Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryoto telah mengatakan bahwa penghina ibu negara Iriana Joko Widodo telah berhasil ditangkap di Palembang. Penghina Ibu Negara ini tidak menykai pemerintahan pada saat ini.

Baca Juga :  Kapolri Instruksikan Tangkap Pemesan dan Pemberi Dana Saracen!

Untuk mempertanggungjawabkan apa yang sudah dilakukannya, pelaku penghina Ibu Negara yang berinisial DI pada saat ini masih diperiksa oleh pihak polisi terutama kaitannya dengan kelompol penyebar ujaran kebencian lainnya.

Agung di Markas Polrestabes Bandung pada hari Selasa 12 September 2017 ini telah mengatakan “Intinya melakukan perbuatan ini karena memang tidak senang dengan rezim saat ini. Kedua, sengaja untuk membuat ramai dan gaduh”.

Ujaran Kebencian
Copyright©tstatic

Atas perbuatannya itu, pemuda yang kini masih berusia 21 tahun ini pun telah terancam kurungan penjara 6 tahun. menurut Agung, tersangka DI ini telah menyebarkan ujaran kebencian bukan hanya kepada pihak pemerintah saja.

Baca Juga : Awal Mula Terbentuknya Sindikat Saracen!

Agung mengatakan “Tim gabungan berangkat ke Palembang melakukan penyelidikan dan betul dapat menemukan DI. Ternyata yang bersangkutan banyak memposting ujaran kebencian bukan hanya ke pemerintah. Dia melanggar Pasal 45 jo 27 Undang-Undang ITE”.

Lalu pada tempat yang sama, Kasat Reskrim Polrestabes Bandung M Yoris Maulana telah mengatakan bahwa penangkapan penghina Ibu Negara ini berawal dari pemeilk akun lain yang ditautkan (tag) oleh akun yang bernama @warga_biasa yang dikelola oleh DI. Berdasarkan dari penyelidikan yang telah dilakukan oleh pihak polisi, polisi telah berhasil mendapatkan alamat DI di Kota Palembang.

Yoris mengatakan “Pemilik akun yang ditag oleh pelaku itu orang Bandung berinisial DW. Dia mengaku sering video call dengan DI. Di Palembang kita lakukan penangkapan, si tersangka langsung mengakui bahwa @warga_biasa adalah akun yang dia gunakan”.

Pada saat tersangka DI ini ditangkap di kediamannya, polisi telah berhasil menemukan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan juga sebuah telepon genggam. Setelah ini pihak polisi akan terus memeriksa DI mengenai keterkaitannya dengan kelompk penyebar ujaran kebencian. Yoris mengatakan “Kita juga di Palembang mendapatkan satu bendera HTI dengan pin dan gantungan kunci. Ini masih di dalami apakah ada kaitan dengan HTI atau bukan”.

baca juga :

Asma Dewi Adalah Sosok Alumni dari Aksi 212, Sekaligus Panitia Tamasya Al Maidah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here