Ini yang Dilakukan Presiden Soeharto Saat Ibu Negara Dihina!

0
1534
Presiden Soeharto dan Ibu Negara Tien
Copyright©WIKIMEDIA

Ini yang Dilakukan Presiden Soeharto Saat Ibu Negara Dihina!

Indowarta.com – Melalui akun media sosial Instagram, seorang mahasiswa asal Palembang ditangkap polisi karena sudah melakukan penghinaan kepada Ibu Negara Iriana Jokowi. Pada saat itu, kejadian ibu negara dihina ini terlihat foto Iriana yang diunggah di Instagram yang disertai dengan kata-kata yang tidak pantas.

BACA JUGA : Penghina Ibu Negara ‘Iriana Jokowi’ Terancam Hukuman 6 Tahun Penjara!

Tak lama kemudian, polisi berhasil melakukan penagkapan kepada Dodik Ihwanto yang merupakan pemilik akun istagram @warga_biasa. Selain adanya kejadian ibu negara dihina ini, ada beberapa bentuk penghinaan kepada para pejabat lainnya di media sosial.

Polisi sudah mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat dalam kasus ujaran kebancian ini di media sosial. Jika melihat dulu pada jaman orde baru, tidak ada ibu negara dihina dan penghinaan kepada para keluarga Cendana , bahkan mereka selalu berbisik-bisik agar hal tersebut tidak terdengar oleh aparat.

Meski begitu, ada sejumlah hal yang sangat hangat dibicarakan oleh masyarakan. Salah satunya adalah melesetnya nama Ibu Tien Soerharto menjadi Mrs Tien Percents, atau nyonya ke 10 persen. Kala itu isunya Ibu Tien bersama dengan para kolegannya kerap meminta jatah 10 persen dari sejumlah proyek besar. Serta mucul juga soal kritikan mengenai order baru yang terkait dengan hak bicara dan korupsi di lingkaran penguasa.

Presiden Soeharto dan Ibu Negara Tien.
Copyright©suratkabar

Lalu apa sikap dari Presiden Soeharto mengenai kritik dan soal ibu negara dihina tersebut? Pak Harto pada akhirnya telah memberikan jawaban. Jawaban tersebut telah disampaikan pada 16 April 1980 di Markas Kopassandha, Cijantung.

BACA JUGA : Polisi Tangkap Penghina Ibu Iriana Jokowi di Instagram!

“Ancaman kekuatan senjata harus kita hadapi dengan kekuatan senjata pula yang kita miliki. Akan tetapi kita mengetahui bahwa ancaman ideologi Pancasila tidak semata-mata dari kekuatan senjata,” kata Pak Harto.

Dia menyatakan adanya bentuk usaha untuk merubah dan mengganti dasar negara Pancasila. Tidak hanya itu, Pak Harto juga mengatakan kalau ada beberapa pihak yang ingin mengganti Pancasila dengan mengawali melalui mendiskreditkan pemerintah dan dirinya sebagai Presiden kala itu.

“Saya bertemu dengan kolega saya Kusno Utomo, yang telah mendengar isu-isu yang sebetulnya tidak pada tempatnya yang ditujukan kepada saya, juga kepada istri saya Bu Harto. Selalu diisukan bahwa istri Soeharto menerima komisi. Menentukan pemenangan tender dan komisi dan lain sebagainya. Yang sebenarnya tidak terjadi sama sekali keadaan demikian,” ungkap Pak Harto.

Pak Harto mengatakan kalau tindakan itu harus ditindak tegasi. Dia juga menegaskan, kalau berhasil meniadakan dirinya, masih ada ABRI dan Kopassandha yang akan memberikan benteng dalam adanya upaya untuk mengubah Pancasila dan UUD 1945.

Baca Juga :  Kapolri Instruksikan Tangkap Pemesan dan Pemberi Dana Saracen!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here