Halimah Yacob, Presiden Melayu Pertama di Singapura!

0
227
Halimah Yacob
Copyright©allsingaporestuff

Halimah Yacob, Presiden Melayu Pertama di Singapura!

Indowarta.com Halimah Yacob bakal menjadi presiden Melayu pertama Singapura untuk 47 tahun telah menimbulkan sejumlah pendapat. Hal ini terjadi bukan terkait dengan ras, namun pemilihan kepadanya dilakukan secara tidak demokratis, karena dia merupakan calon tunggal.

BACA JUGA : Halimah Yacob, Mulai Dari Penjual Nasi Padang Sampai Ke Istana Presiden Singapura!

Pelantikan kepada seorang presiden perempuan pertama Singapura ini akan dilakukan pada Rabu (13/9/17), hal itu akan gelar setelah beberapa calon lainnya yang dinyatakan tidak memenuhi ketentuan kriteria yang ditetapkan.

Lewat media sosial, sebagian warga Singapura mengungkapkan kemarahan mereka terkait dengan penetapan Halimah Yacob sebagai presiden negara tersebut. Ungkapan yang disampaikan oleha masyarakat Singapura ini menggunakan tagar #NotMyPresident.

Sebelumnya diketahui, negara Singapura menetapkan sistem kepresidenan agar dapat meningkatkan inklusif multibudaya dalam hierarki kepemerintahan dengan cara melakukan penetapan dari komunitas Melayu untuk pencalonan presiden pada tahun ini.

Dari tiga kadidat Melayu, hanya Halimah Yacob yang menurut pemilih umum layak menjadi presiden Singapura. Kerena dua calon Melayu lain, yaitu pengusaha Salleh Marican dan Farid Khan dianggap tidak memenuhi kriteria.

Halimah Yacob
Copyright©tmpo

Tak lama setelah Halimah Yacob ditetapkan oleh komite pempilihan Singapura, yang merupakan satu-satunya presiden Singapupa pada Senin (11/9). Tagar #NotMyPresident ini langsung populer karena banyak warga yang telah menggunakannya untuk mengungkapkan kekesalannya.

BACA JUGA : Halimah Yacob, Akan Jadi Presiden Wanita Pertama di Singapura?

“Saya warga Singapura. Saya perempuan. Saya Melayu. Namun suara saya bukan untuk pengangkatannya,” tulis pemilik akun Facebook  bernama Nadia Nasser.

“Demokrasi di atas ras, bila ia terlibat pemilihan presiden dengan cara yang lebih adil, ia pasti menang dengan suara saya bersama yang lainnya dalam komunitas Muslim. Namun bukan itu yang terjadi. Jadi dia bukan presiden saya, dia hanya pemimpin yang diajukan negara,” lanjutnya.

Pengguna lainnya, bernama Xue Ming, mengungkapkan, “Dengan kondisi politik sekarang, penunjukkannya memiliki peranan besar terutama dengan ancaman teroris Islamis dan fakta bahwa Singapura dikelilingi negara-negara Muslim seperti Indonesia dan Malaysia.”

Sedangkan pada media sosial Twitter, akun Kyle Malinda menulis, “Saya sangat marah. Marah karena suara saya dirampok. Suara saya dibatalkan.”

BACA JUGA : 4 Orang Terduga Teroris Ini Ditembak Mati Polisi Usai Insiden Serangan di Barcelona!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here