1 Korban Tewas,  30 Remaja Kendari Konsumsi Obat PCC Terlarang!

0
296
Obat PCC
Copyright©detik

1 Korban Tewas,  30 Remaja Kendari Konsumsi Obat PCC Terlarang!

Indowarta.com– Sebanyak 30 pellajar dari tingkat SD, SMP, SMA hingga tingkat pegawai ini telah mengkonsumsi obat terlarang yang diduga merupakan jenis dari narkotika. Akibat dari hal ini, sebanyak 25 orang telah dilarikan ke rumah sakit dan 1 orang lainnya telah meninggal dunia.

BACA JUGA : Lowongan CPNS 2017 Untuk Jurusan S1 dan D3 di Kemenkeu!

Salah satu remaja yang berinisial NH ini mengaku bahwa mengkonsumsi obat terlarang itu sebanyak 3 butir di dalam sekali teguk. Tidak hanya itu saja, dirinya juga telah mencampurkan obat dengan jenis Somadril, Tramadol dan juga Obat PCC.

NH di Kendari pada hari Rabu 13 September 2017 ini telah mengatakan “Awal minum saya melayang, namun setelah sadar saya sudah berada di RSJ,”. Abdul Razak  yang merupakan Kepalal Rumah Sakit Jiwa Kendari ini telah mengatakan bahwa remaja ini telah keracunan obat itu dibawa bergantian ke rumah sakit. Mereka dibawa di dalam kondisi yang tidak sadarkan diri dan juga hendak melukai dirinya sendiri.

Obat PCC
Copyright©kompas

Razak mengatakan “Secara mental ada gangguan mental akibat mengkonsumsi obat, namun kita kasi obat penenang”. Selain itu pihaknya juga akan segera mengambil langkah cepat untuk menangani korban karena rata-rata korban yang telah dibawa ke RSJ ini melukai dirinya sendiri.

BACA JUGA : Sri Mulyani Beberkan Alasan Kenapa Kemenkeu Buka 2880 Lowongan CPNS!

Sementara itu Murniati yang merupakan kepala BNN Kota Kendari ini telah mengatkan bahwa Kota Kendari ini sudah masuk di dalam kategori darurat obat terlarang. Hal ini setelah adanya kasus 30 remaja yagn mengkonsumsi obat terlarang tersebut. Muniati pada saat dihubungi pada hari Rabu 13 September 2017 ini telah mengatakan “Ini sudah darurat”.

Kini pihak BNN juga masih melakukan pemeriksaan langsung ke lapangan karena berdasarkan dari laporan yang telah diterima ini bahwa sebanyak 30 korban tersebut berada di rumah sakit yang berbeda-beda. Tidak hanya sendirian, pihaknya juga akan melibatkan kepolisian untuk bisa mendalami kasus tersebut.

Murniati mengatakan “kita akan cari tahu dan segera menyelidiki karena ini korbannya sudah banyak, siswa SD, SMP dan SMA sudah bisa mendapatkan barang tersebut”.

baca juga : 

Kecewa Soal Pendaftaran CPNS 2017, Bidan Ini Layangkan Surat Terbuka Ke Jokowi!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here