Al Qaeda Angkat Senjata Menuju Myanmar!

0
1298
Rohingya
copyright©Tribun Kaltim - Tribunnews.com

Al Qaeda Angkat Senjata Menuju Myanmar!

Indowarta.com– Militan Al Qaeda telah mengatakan bahwa Myanmar akan mendapatkan ganjaran atas kekerasan yang telah terjadi di Rakhine terhadap etnis Rohingya. Al Qaeda ini telah mengatakan bahwa Myanmar layak untuk mendapatkan hukuman akibat dari kejahatan yang telah dilakukan oleh aparat dan juga para militernya.

BACA JUGA : Ini Dia Sosok Jenderal Myanmar yang Paling Bertanggung Jawab Atas Pembantaian Etnis Rohingya!

Kelompok militan yang bertanggungjawab di balik serangan 11 September 2011 di Amerika SErikat ini akan mengeluarkan sebuah pernyataan yang akan mendesak umat Islam di seluruh dunia untuk memberikan dukungan sesama muslim dengan cara menggalang pengumpulan bantuan, senjata dan juga dukungan yang semacam dengan aksi militer.

Al Qaeda dalam sebuah pernyataan seperti dikutip India Today pada hari Rabu 13 September 2017 ini telah mengatakan “Perlakuan biadab yang dijatuhkan kepada saudara muslim kita tidak akan berlalu tanpa hukuman. Pemerintah Myanmar harus merasakan apa yang dirasakan saudara muslim kita”.

copyright©BBC

Sementara itu pihak dari Myanmar ini telah mengatakan bahwa pasukannya ini tengah bersiaga untuk melawan para teroris yagn menjadi pemicu terhadap serangan di pos polisi dan juga tentara pada akhir Agustus yang lalu. Tidak hanya itu saja, Myanmar juga mengantisipasi mengenai adanya potensi serangan bom di kota negara tersebut.

Al Qaeda telah mengatakan “Kami memanggil semua saudara mujahid di Bangladesh, India, Pakistan dan Filipina untuk berangkat ke Birma untuk membantu saudara muslim dan untuk melakukan persiapan seperti berlatih melawan penindasan ini”.

Sementara itu pemerintah Amerika Serikat telah memberikan kecaman terhadap tindak kekerasan yang telah tejradi di Rakhine yang telah menyebabkan sebanyak 300 ribu warga Rohingya ini terpaksa meninggalkan kampung halaman mereka.

Menurut Amerika Serikat, peristiwa yang sudah menyebabkan penelantaran besar serta memakan korban ini termasuk sejumlah besar etnis rohingya dan minoritas warga sipil. Bukannya memberikan perlindungan, militer pun juga dikecam karena telah turut menjadi pelaku kekerasan.

BACA JUGA : Siapa itu Etnis Rohingnya dan Fakta Mengejutkan yang Musti Kamu Ketahui!

Kedubes AS di Jakarta di dalam pernyataan tertulisnya telah menyebutkan “Kami khawatir ada pelanggaran HAM (hak asasi manusia) termasuk pembunuhan di luar hukum, pembakaran desa, pembantaian dan pemerkosaan, baik oleh aparat keamanan maupun warga sipil yang bertindak dengan persetujuan aparat”.

baca juga : 

Aksi Bela Rohingya, Dari Salat Jumat, Shalat Gaib Sampai Orasi!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here