Dibawah Pohon Sukun Ini 5 Sila Dalam Pancasila Lahir !

    0
    1631
    Pancasila

    Dibawah Pohon Sukun Ini 5 Sila Dalam Pancasila Lahir !

    indowarta.com– Pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno telah menyampaikan pidato dalam rapat besar Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Dengan semangat yang berapi-api, Bung Karno telah menyadarkan peserta rapat tentang perlunya Indonesia memiliki dasar negara yang menjadi pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara.

    Lima prinsip telah tipaparkan Bung Karno beserta relevansinya untuk bangsa Indonesia. kelima butir tersebut disebut Bung Karno sebagai Pancasila. Hal ini juga yang mendasari bahwa pada 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.

    Prosees perenungan Bung Karno akan Pancasila muncul dengan tiba-tiba. Pancasila ini merupakan hasil dari proses perenungan diri Bung Karno selama empat tahun ketika diasingkan ke Ende, Nusa Tenggara Barat.

    Pancasila

    Kemudian pada tanggal 14 Januari 1934, Bung Karno bersama dengan istri yaitu Inggit Garnasih berserta dengan ibu mertua dan anak angkatnya tiba di rumah tahanan yang terletak di Kampung Ambugaga, Ende. Kehidupan Bung Karno dan keluarga di Ende sangatlah sederhana dan jauh dari hiruk pikuk seperti di kota besar.

    Soekarno dibuang ke daerah yang terpencil di Ende dengan penduduk berpendidikan rendah. Soekarno memang sengaja dibuang disana oleh Belanda untuk memutus hubungan Soekarno dengan loyalisnya. Dikutip dari buku “Bung Karno dan Pancasila, Ilham dari Flores untuk Nusantara”, Bung Karno menjadi lebih banyak berfikir dari pada hari-hari sebelumnya.

    Di sana Bung Karno mulai memperlajari agama Islam lebih dalam lagi hingga soal Pluralisme dengan cara bergaul dengan pastor. Kehidupan sehari-hari Bung Karno disana  hanyalah berkebun dan membaca. Hal itu dia lakukan untuk membunuh rasa bosannya. Karena aktifitas yang monoton tersebut, jiwa seni Bung Karno mulai tumbuh.

    Dia mulai melukis dan menulis naskah drama untuk pementasan. Di sela aktifitas seninya tersebut, Soekarno telah berkirim surat dengan salah satu tokoh Islam yang berada di Bandung bernama T. A. Hassan. Disamping itu Soekarno juga sering berdiskusi dengan pastor Pater Huijtink.

    Berawal dari situlah Soekarno menjadi lebih religius dan juga memaknai agama lebih mendalam. Sebuah tempat favoritnya untuk merenung adalah dibawah pohon sukun yang menghadap tepat ke Pantai Ende. Di tempat itu lah Soekarno mengaku mendapatkan buah pemikiran Pancasila.

    baca juga :

    Berita Terkini : Jokowi Tetapkan 1 Juni Sebagai Hari Lahir Pancasila, Hari Libur Nasional Kemungkinan Mulai Tahun Depan !

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here