BPJS Kesehatan Sosialisasikan Jaminan Kesehatan di 9 Universitas!

0
248
BPJS Kesehatan
Copyright ©Google

BPJS Kesehatan Sosialisasikan Jaminan Kesehatan di 9 Universitas!

Indowarta.com – Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan merencanakan akan melakukan sosialisasi soal program jaminan kesehatan di sejumlah universitas, hal ini dilakukan untuk menambah jumlah pesertanya.

BACA JUGA : Bagaimana Jadinya Jika Anda Nunggak BPJS Kesehetan?

Andayani Budi Lestari selaku Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan mengatakan, adanya program sosialisai ini akan bersama BPJS Kesehatan Goes to Campus ini rencananya akan digelar di 9 universitas Negeri.

“Menyosialisasi dan edukasi terkait program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), kenapa mahasiswa, karena mahasiswa adalah kelompok orang yang educated, dan kami akan selenggarakan di sembilan universitas,” kata Andayani dalam konfrensi pers di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (19/9/2017).

Sedangkan sejumlah universitas yang akan diadakan program ini, diantaranya Universitas Padjajaran, Institut Teknologi Bandung, Universitas Diponogoro, Universitas Sriwijaya, Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Sumatera Utara, Universitas Sebelas Maret, dan Institut Pertanian Bogor.

BPJS
Copyrigth ©detikcom

Pihaknya mengaku, kegiatan ini memang sudah ditargetkan kepada mahasiswa yang merupakan periode usia remaja dimana mereka merupakan paling rentan, serta memiliki resiko besar terpengaruh dengan lingkungan.

BACA JUGA : Terkait Kasus Bayi Debora, Kenapa Banyak Rumah Sakit Belum Kerjasama dengan BPJS Kesehatan?

“Faktanya, penyakit katastropik seperti stroke, gagal ginjal, penyakit jantung, hipertensi, dan sebagainya, tidak hanya terjadi pada orang dewasa, melainkan juga pada anak-anak dan remaja akibat kurang olahraga dan pola makan tidak sehat yang menyebabkan obesitas,” pungkasnya.

Menurut data BPJS Kesehatan, dalam rentan waktu 2014 sampai 2016, total biaya penyakit katastropik sudah mencapai 36,3 triliun, atau memiliki nilai sebesar 28 persen dari total biaya pelayanan kesehatan rujukan.

“Peringkat biaya teratas diduduki oleh hipertensi dengan jumlah biaya Rp 12,1 triliun, disusul dengan diabetes mellitus sebesar Rp 9,2 triliun, penyakit jantung koroner sebesar Rp 7,9 triliun, dan gagal ginjal kronis sebesar Rp 6,8 triliun,” ujar dia.

Dengan itu, pihaknya akan menargetkan untuk menjaring sekitar 2 juta peserta baru dari kalangan akademis atau mahasiswa. Dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah peserta BPJS Kesehatan sekarang ini.

BACA JUGA : Kenakan Kostum Unik, Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasi untuk TKI!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here