Ramalan Rizal Ramli Soal Proyek 35000 MW yang Buat PLN Bangkrut!

0
1075
Rizal Ramli
Copyright©suaranasional

Ramalan Rizal Ramli Soal Proyek 35000 MW yang Buat PLN Bangkrut!

Indowarta.com – Terkiat dengan utang yang dimiliki oleh PT PLN, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati sudah menyurati Menteri ESDM, Ignasius Jonan dan Menteri BUMN, Rini Soemarno. Dalam surat tersebut,  Sri Mulyani sudah mengkhawatirkan mengenai kondisi keuangan PLN akibat dari bunga pinjaman dan pembayaran pokok.

BACA JUGA : Tanggapan Sri Mulyani Soal Pegawai Pajak Dapat Suap Rp 14 Miliar!

Tidak hanya itu, sekarang ini PLN juga sudah dibebani dengan investasi proyek listrik yang mencapai 35.000 MW yang sudah merupakan penugasan dari pemerintah. Tidak hanya Sri Mulyani yang mengkhawatirkan keuangan dari PLN bangkrut karena adanya megaproyek tersebut, yaitu Rizal Ramli.

Terkait dengan bahayanya kuangan PLN bangkrut tersebut, telah disampaikan olehnya pada saat menjabat sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, 2015 lalu. Apa menurut Rizal Ramli terkait dengan kondisi keuangan PLN saat itu?

Pihaknya mengatakan, kalau dari hitungannya yang sudah dilakukan untuk lima tahun kedepan, Indonesia hanya membutuhkan pembangkit listrik dengan kapasitas mencapai 16.000 MW, sehingga bukan 35.000 MW.

“Kita melihat segala sesuatu dengan faktual dan logis kalau 35.000 MW tercapai 2019, maka pasokan jauh melebihi permintaan, ada idle(kelebihan) 21.000 MW. Di sana ada listrik swasta,” kata Rizal di Jakarta, Senin (7/9/2015) silam.

PLN
Copyright ©Istimewa

Dia menjelaskan, dengan adanya kelebihan kapasitas listrik 21.000 MW yang sudah dibangun oleh pihak swasta atau Independent Power Producer (IPP), sehinga PLN harus tetap membayar listrik ke pihak swasta yang berdasarkan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik atau Power Purchase Agreement (PPA), yang dilakukan antaran PLN dan IPP.

BACA JUGA : Syarat Syarat yang Harus Dipenuhi Saat Ikut Rekrutmen PLN!

Sehingga dengan itu, terpakai atau tidak terpakai maka PLN tetap harus melakukan pembayaran kepada pihak swasta. “Maka PLN harus bayar 72% listrik dari listrik yang tidak terpakai,” tutur Rizal.

Dia mengungkapkan, PLN telah menghitung perkiraan listrik yang akan dibayarkan dari 72% atau 21.000 MW yang tidak akan terpakai kedepannya, bila dalam kurun waktu 5 tahun proyek 35.000 MW ini selesai. Jumlahnya yang cukup tinggi yaitu US$ 10,763 miliar per tahun atau sekitar Rp 150,6 triliun. Sehingga, menurutnya akan menyebabkan PLN bangkrut.

“Mau dipakai apa tidak PLN wajib bayar listrik yang tidak terpakai, 72% yang tidak terpakai dari proyek 35.000 MW itu nilainya tidak kurang dari US$ 10,763 miliar,” katanya.

“Bila 35.000 MW ini dipaksakan, maka membahayakan keuangan PLN, bahkan bisa berujung pada kebangkrutan,” sambung Rizal.

BACA JUGA : Begini Persiapan PLN Hadapi Bencana Erupsi Gunung Agung!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here